MBG Jadi Sorotan, Jagung Mentah dan Rambutan Busuk di SMPN 24

Teks foto: Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Kalimantan Selatan (YLK Kalsel), Dr. H. Akhmad Murjani. (Ist)

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Kalimantan Selatan (YLK Kalsel), Dr. H. Akhmad Murjani, menyarankan agar penyedia jasa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) segera diganti setelah ditemukannya menu jagung mentah dan buah rambutan busuk di SMPN 24 Banjarmasin. Temuan tersebut dinilai mencederai tujuan utama Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.

 

Bacaan Lainnya

Kasus ini bermula dari penyaluran menu MBG yang disiapkan pada 9 Januari 2026. Penyedia jasa membagikan jagung dalam kondisi mentah kepada siswa untuk dimasak sendiri di rumah dan dikonsumsi keesokan harinya, 10 Januari 2026. Selain itu, ditemukan pula buah rambutan yang tidak layak konsumsi. Praktik tersebut diduga melanggar standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan program MBG.

 

Murjani menegaskan bahwa penyedia jasa MBG tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata. Menurutnya, aspek kualitas, keamanan pangan, dan kelayakan konsumsi harus menjadi prioritas utama, mengingat program ini menyasar peserta didik. Ia mengingatkan bahwa kelalaian dalam penyediaan makanan berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, bahkan keracunan makanan di lingkungan sekolah.

 

Ia juga menekankan bahwa hingga saat ini tidak ada regulasi resmi yang membenarkan penyajian MBG dalam bentuk bahan mentah untuk dibawa pulang oleh siswa. Badan Gizi Nasional (BGN) telah menegaskan bahwa praktik tersebut bukan kebijakan pusat, melainkan inisiatif lokal dari sejumlah SPPG.

 

Merujuk Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional, pelaksanaan MBG wajib menjamin keamanan pangan, higiene sanitasi, serta penggunaan bahan makanan segar, bergizi, dan layak konsumsi.

 

Sementara itu, Kepala SPPG penyedia jasa, Ahmad Cahyadi, mengakui adanya kekeliruan dalam pelaksanaan MBG tersebut. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah dan orang tua siswa serta berkomitmen memperbaiki mutu layanan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *