Paringin, wartaberitaindonesia.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Balangan mengapresiasi langkah cepat Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III dalam merespons usulan penanganan banjir di wilayahnya. Komitmen ini mengemuka dalam rapat koordinasi teknis antara jajaran Pemkab Balangan dan pimpinan BWS Kalimantan III di Banjarmasin.
Pertemuan strategis tersebut dihadiri oleh perwakilan Bapperida, BPBD, Dinas PUPR, Dinas Pertanian, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Balangan. Rombongan diterima langsung oleh Kepala BWS Kalimantan III, Dedi Supriyadi, beserta tim teknis.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H. Rahmi, menyatakan bahwa pertemuan ini fokus pada dua agenda utama: penanganan banjir lokal di sejumlah titik di Balangan dan penanganan banjir skala regional yang mencakup kawasan Banua Anam.
“Kami sangat mengapresiasi keterbukaan BWS Kalimantan III. Respon positif terhadap usulan jangka pendek ini memberi harapan baru bagi masyarakat agar persoalan banjir segera ditindaklanjuti melalui survei teknis di lapangan,” ujar Rahmi, Jumat (13/3/2026).
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah kondisi Desa Bihara Hilir dan Desa Pulantan. Dua wilayah yang dulunya aman kini kerap terendam banjir. Fenomena ini diduga akibat pembangunan saluran primer irigasi Bendung Pitap yang belum rampung, sehingga menghambat drainase alami. Akibatnya, pemukiman warga sering tergenang, sementara lahan persawahan justru mengalami kekeringan karena distribusi air yang tidak optimal.
Selain itu, nasib Bendung Batumandi yang lama mangkrak akibat kerusakan saluran juga menjadi sorotan. Pemkab Balangan berencana mengakuisisi infrastruktur lama tersebut untuk direhabilitasi agar dapat kembali mengairi lahan pertanian warga.
Dalam diskusi tersebut, Pemkab Balangan juga menyodorkan usulan skala luas untuk wilayah Banua Anam, meliputi:
1. Peningkatan kapasitas Bendung Pitap.
2. Normalisasi sungai pada Daerah Aliran Sungai (DAS) dan sub-DAS Barito.
3. Pembangunan embung di Kecamatan Halong.
4. Pembangunan kolam retensi di titik-titik strategis.
Menanggapi hal itu, Kepala BWS Kalimantan III menyatakan siap menerjunkan tim teknis ke Balangan untuk melakukan survei dan kajian solusi, termasuk rencana pembangunan drainase di bawah saluran irigasi untuk memulihkan aliran air di Bihara Hilir dan Pulantan.
Berdasarkan hasil koordinasi, program penanganan dampak irigasi Pitap dan rehabilitasi Bendung Batumandi diproyeksikan mulai dikerjakan pada tahun anggaran 2026. Sedangkan program jangka panjang, seperti normalisasi sungai skala besar dan pembangunan kolam retensi, direncanakan masuk dalam anggaran tahun 2027.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pusat melalui BWS ini terus diperkuat, sehingga penanganan banjir di Balangan maupun Banua Anam lebih terpadu dan tepat sasaran,” pungkas Rahmi.






