Karang Intan, wartaberitaindonesia.com – Penanganan stunting menjadi salah satu program kerja dalam kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) mahasiswa dan mahasiswi Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (Uniska MAB) Banjarmasin yang tergabung dalam Kelompok 16 (Non-Reguler).
KKN dilaksanakan di Desa Karang Intan, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Sabtu (03/08/24).
Penanganan stunting melalui seminar dan demonstrasi pengolahan makanan tinggi protein, mendapat respon baik dari ibu-ibu yang memiliki balita karena memberikan pengetahuan agar balita mereka terlindungi dari stunting.

Pengecekan kadar Hemoglobin (Hb) remaja putri di Desa Karang Intan dan perbaikan sarana TKA/TPA Ar-Rahim Desa Karang Intan. (Foto: Ist/Tim KKN)
Kemudian melakukan pengecekkan kadar Hemoglobin (Hb) remaja putri untuk pencegahan penyakit Anemia atau kurang darah.
Program kerja lainnya, yaitu melakukan
pembenahan dan perbaikan sarana TKA/TPA Ar-Rahim di desa setempat, di bawah pimpinan Ketua Kelompok 16, Sakinah.
Program ini sebagai bentuk dukungan dalam upaya menciptakan proses belajar mengajar berjalan dengan baik, sehingga mendapat apresiasi dari Fadhan Adhani salah satu perangkat desa.
Fadhan menyampaikan ucapan terima kasih kepada anggota Kelompok 16 yang telah melakukan pembenahan berupa penambahan perlengkapan
pendukung TKA/TPA, seperti satu buah papan tulis, satu buah papan informasi guru pengajar, enam buah meja belajar dan perbaikan plang nama TPA.
Sementara itu, Mursanto S.Sos., M.M , salah satu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya kepada Kelompok 16 yang berjumlah 15 orang dari berbagai fakultas ini telah melaksanakan program kerja dengan baik dan lancar.
“Saya sangat bangga dan mengapresiasi kepada seluruh anggota Kelompok 16,” ujarnya.
Diharapkannya dengan mengikuti KKN ini mereka bisa melatih koordinasi antar tim dalam rangka mempersiapkan diri di dunia kerja.
“Semoga para mahasiswa mahasiswi ini diberi kelancaran,” ucap Mursanto.
Sekedar informasi KKN Uniska MAB tahun ini mengambil tema, “Sinergitas Uniska Bersama Masyarakat Membangun Desa Berketahanan Pangan”.






