Batulicin, wartaberitaindonesia.com – Pemerintah Kecamatan Karang Bintang, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), menggelar Rembuk Stunting dalam rangka pencegahan dan penurunan angka stunting di wilayah tersebut.
Acara yang digelar di aula Kantor Kecamatan Karang Bintang, Kamis (6/3/2025), dihadiri oleh Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Karang Bintang, tenaga kesehatan dari Puskesmas Karang Bintang dan Puskesmas Batulicin Irigasi, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Turut hadir Camat Karang Bintang Syafruddin, Kapolsek Karang Bintang Iptu Adi Warsito, dan Danramil Karang Bintang.
Dalam pertemuan ini, narasumber dari Puskesmas Batulicin 1 Desa Manunggal dan Puskesmas Karang Bintang memberikan paparan mengenai strategi efektif dalam menekan angka stunting yang masih menjadi permasalahan serius di wilayah Tanbu.
Camat Karang Bintang, Syafruddin, mengungkapkan bahwa saat ini angka stunting di Kabupaten Tanbu masih cukup tinggi, yakni 26 persen. Kecamatan Karang Bintang menyumbang 5,5 persen dari jumlah tersebut.
“Saya berharap kegiatan-kegiatan yang terkait dengan penurunan angka stunting, terutama alokasi anggaran dari pemerintah, benar-benar dapat terserap dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak stunting di Karang Bintang,” ujar Syafruddin.
Upaya konkret pun sudah mulai dilakukan di tingkat desa dan puskesmas, seperti pemberian makanan tambahan (PMT) dan suplemen vitamin bagi anak-anak yang mengalami stunting. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam memastikan program ini berjalan optimal dan berkelanjutan.
Dalam rembuk tersebut, salah satu rekomendasi utama yang dihasilkan adalah pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayur-sayuran dan beternak hewan kecil sebagai sumber pangan bergizi.
“Jika setiap rumah memanfaatkan pekarangan untuk bercocok tanam dan beternak, kebutuhan gizi keluarga bisa lebih tercukupi. Ini akan sangat membantu dalam menekan angka stunting di tingkat desa,” tambah Syafruddin.
Dengan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, diharapkan angka stunting di Karang Bintang bisa terus ditekan. Program-program intervensi seperti PMT dan edukasi gizi akan terus diperkuat, sejalan dengan target nasional dalam menciptakan generasi bebas stunting di masa depan.






