Wisudawan UCB Diharapkan Mampu Mengaplikasikan Disiplin Ilmu dengan Optimal

Teks Foto : Ratusan Mahasiswa UCB saat mengikuti prosesi wisuda. (ist)

Banjarmasin,
wartaberitaindonesia.com – Universitas Cahaya Bangsa (UCB) kembali melaksanakan wisuda sarjana ke-17 yang digelar di Banjarmasin. Sebanyak 270 mahasiswa diwisuda terbagi berbagai program studi Ilmu Hukum, Ilmu Kesehatan Masyarakat, Keperawatan dan Profesi Ners.

Rektor UCB Dra. Hj. Sri Erliani, M.M., M.M.Kes mengharapkan lulusan alumni UCB ini mampu mengaplikasikan disiplin ilmu dengan optimal demi kepentingan orang banyak serta selalu mengedepankan akhlak setiap personal

Bacaan Lainnya

“Harapannya alumni yang telah berkompetensi ini bisa terus berkarya dan berkarier di tengah masyarakat, mengamalkan ilmu yang diperoleh dari dunia pendidikan tinggi,” ucap Dra. Hj. Sri Erliani
kepada wartaberitaindonesia.com, Sabtu (30/09).

Guru Besar Bidang Teknologi Industri Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof. Dr. Ir. Hesty Heryani, M.Si., IPU., ASEAN Eng menekankan pentingnya menjawab tantangan ke depan.

“Kita dituntut memiliki SDM yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Lanjutnya, disamping hasil riset komparasi maupun perbandingan juga menjadi bahan demi peningkatan mutu pendidikan. Seperti UCB ini masih berusia muda namun mampu berkembang mengikuti arus perubahan, dengan menjalankan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

“Seperti proses magang, studi independen, praktisi mengajar dari kalangan industri, dengan pembekalan teori dari para dosen, dan didalamnya ada anak-anak UCB, tentu hasilnya bisa menjadi luar biasa,” ungkap Prof. Hesty

Sementara itu, Ketua Yayasan UCB Dr. Akhmad Murjani, M.Kes., S.H., M.H menyampaikan rasa syukurnya UCB kembali bisa melaksanakan wisuda.

Dia juga mengharapkan para lulusan UCB bisa menunjukkan skil kualitas yang mumpuni guna mencetak bibit-bibit unggul serta berperan dalam pembangunan daerah maupun Indonesia, semua itu sudah menjadi komitmen utama.

Disamping itu tambahnya, Yayasan UCB bersiap menyambut peraturan baru dari pemerintah pusat, diantaranya penghapusan skripsi

“Kita berharap ada rujukan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI Kalimantan, agar semua perguruan tinggi di bawahnya bisa satu komando, seperti kejelasan tentang pengganti skripsi, apakah berupa jurnal, studi lapangan, atau lainnya,” pungkas Dr. Akhmad Murjani.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *