Tanah Bumbu,wartaberitaindonesia.com
– Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara ke Kalimantan Timur (Kaltim) yang direncanakan pada Agustus 2024, menuntut masyarakat Dayak sebagai penduduk asli bersiap menyambut para pendatang.
“Ini harus kita persiapkan sebagai penyangga IKN sehingga semua dituntut bisa beradaptasi,” kata Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Muhammad Yani Helmi, saat menggelar sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-nilai Ideologi Pancasila kepada Forum Pemuda Dayak (Fordayak) Tanah Bumbu, di Desa Sepunggur, Kecamatan Kusan Tengah, Selasa (9/1).
“Kultural kita sebagai warga yang ramah dan humanis harus dijaga dengan baik karena itulah menjadi daya tarik dan keseganan pendatang,” sambung legislator yang akrab disapa Paman Yani ini.
Ditegaskannya, selama ini sudah tidak ada konflik antar suku karena rakyat sudah dewasa dan cerdas diantaranya saling memahami dan menghormati perbedaan.
Disamping itu sikap rasa persaudaraan yang kental perlu di jaga dengan baik.
Paman Yani juga berpesan
agar para pendatang bisa menghargai adat istiadat orang penduduk asli Kalimantan, “Termasuk organisasi Fordayak tidak mudah terhasut oknum mengatasnamakan suku untuk memecah belah persatuan,” harapnya.
Senada dengan Kasubbid Politik Bakesbangpol Kalsel, Harry Widhiatmoko, meminta Fordayak bisa menjaga tatanan nilai kekeluargaan dan rasa memiliki terhadap NKRI.
“Upaya yang bisa dilakukan bijak menggunakan medsos, anti hoaks dan saling berangkulan ketika masuknya pendatang dari luar Kalimantan,” pungkasnya.






