Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Perihal perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan keterlibatan orang nomor satu di banua Paman Birin tentunya sudah menjadi penilaian setiap personal.
“Selebihnya kita sebagai manusia seharusnya bijaksana jangan ikut-ikut menilai dari setiap informasi yang belum tentu kebenarannya,” ajak Praktisi Hukum Uniska MAB, Dr Afif Khalid, SHI, SH. MH, Jumat (18/10) di Banjarmasin.
Karena menurutnya, kalau boleh jujur keterlibatan bersangkutan masih belum dapat dipastikan meski keterangan KPK menetapkan Gubernur Kalsel sebagai tersangka tapi dalam perspektif kacamata hukum tetap mengedepankan praduga tak bersalah.
“Ya, kami silahkan masyarakat menilai biar proses hukum berjalan karena praperadilan masuk tahapan tunggu saja. Secara legitimasi kita harus hormati tanpa melihat satu sisi saja, sebab siapapun orangnya memiliki sisi baik oleh karena itu kami mengajak warga banua agar tetap berpikir cerdas dan bijaksana,” Dr Afif Khalid menjelaskan.
Minimal tambahnya, tidak ikut menyebarkan masalah dari satu sudut pandang saja, apalagi dibawa-bawa sampai keranah politik.
Sebagai umat beragama tentu diajarkan bersikap baik dan sebaik-baik umat ialah yang bermanfaat untuk orang lain, artinya jika itu bukan ranah keahlian atau kemampuan buat apa ikut-ikutan mengomentari atau memposting hal-hal kurang berfaedah di medsos.
“Kalau kita tidak paham segala sesuatu jangan merasa paling pintar dan benar, jika segala perkara diserahkan kepada bukan ahlinya siap-siap kehancuran menanti,” kata
Dekan Fakultas Ilmu Hukum Uniska ini.
Afif kembali mengajak seluruh elemen masyarakat agar tetap tenang dan lebih banyak introspeksi diri ingat kaca di rumah jauh lebih besar dibandingkan kaca motor atau mobil.
Dia juga mengingatkan, serahkan setiap persoalan itu kepada ahlinya jangan sembarangan men-share
informasi tanpa disaring karena berpotensi haoks, jika ada orang tidak terima maka bisa dikenakan sangsi Undang-Undang ITE transaksi elektronik.
“Kami hanya ingin masyarakat jauh lebih dewasa jangan ikut-ikutan hal yang bukan ranah kita,” tukasnya.






