Rahmadian Noor-Sumarji Siap Sediakan Drone Pertanian

Teks foto: Ratusan warga dari berbagai desa di Kecamatan Tabunganen hadiri kampanye dialogis Pilkada Batola 2024 paslon Bupati dan Wakil Bupati H Rahmadian Noor-H Sumarji, Kamis (17/10). (Istimewa)

Marabahan, wartaberitaindonesia.com – Pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati H Rahmadian Noor-H Sumarji serius menanggapi keinginan warga di Kecamatan Tabunganen soal teknologi pertanian.

 

Bacaan Lainnya

Pertemuan dengan warga Tabunganen merupakan rangkaian kampanye dialogis Pilkada Barito Kuala (Batola) 2024 yang dilakoni Rahmadian Noor-Sumarji, Kamis (17/10).

 

Dihadiri ratusan warga dari berbagai desa di kecamatan paling selatan di Batola ini, Rahmadian Noor-Sumarji awalnya menyampaikan visi misi dan program.

 

Mulai dari pembangunan maupun perbaikan jalan dan jembatan, penyediaan fasilitas air bersih, dan beasiswa untuk anak tidak mampu.

 

Kemudian penyediaan sarana dan prasarana kesehatan, subsidi listrik tempat ibadah, hingga santunan kematian.

 

Sementara di sektor pertanian, Rahmadian Noor-Sumarji menyodorkan program pinjaman tanpa bunga untuk pembelian pupuk bersubsidi, pembangunan sarana dan prasarana pendukung pertanian, serta pengadaan peralatan untuk mendukung agrobisnis pertanian.

 

Poin terakhir menjadi menarik, karena warga diminta menyebutkan berbagai peralatan produksi pertanian yang dibutuhkan.

 

Mereka pun mulai menyebutkan beberapa peralatan seperti traktor, pemanen gabungan, hingga akhirnya seorang warga Desa Kuala Lupak menyeletuk perihal penggunaan drone.

 

Mengetahui penggunaan drone pertanian masih terbilang langka, khususnya di Kalimantan Selatan. Padahal teknologi ini sudah mulai digunakan para petani di Jawa.

 

Dioperasikan menggunakan jarak jauh, drone biasanya dipakai untuk penyemaian, penyemprotan pupuk maupun pestisida atau bahan kimia pertanian lain, serta menjaga kondisi lahan.

 

Berkaca dari pengalaman di daerah lain, penggunaan drone membuat pekerjaan lebih presisi dan mengurangi risiko paparan langsung dibandingkan penyemprotan manual

 

Keuntungan lain dari penggunaan drone adalah menghemat biaya operasional dan takaran pupuk maupun pestisida atau bahan kimia pertanian lainnya.

 

Namun demikian, drone masih menjadi peralatan yang tidak murah karena berbanderol hingga ratusan juta per unit. Sisi inilah yang mengharuskan campur tangan pemerintah daerah.

 

“Kami berterima kasih kepada seluruh warga Tabunganen, karena telah meluangkan waktu untuk mendengarkan visi misi dan program kami,” ungkap Rahmadian Noor.

 

“Lebih jauh lagi, kami sangat tertarik dengan ide masyarakat yang menginginkan drone pertanian. Kami siap merealisasikan aspirasi ini, mengingat teknologi sudah seharusnya dimanfaatkan demi Batola maju berkelanjutan berbasis agrobisnis,” tegasnya.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *