Habib Umar: Tegakan Hukum Penghina Guru Tua 

Teks foto: Anggota DPRD Kalsel, Habib Umar Hasan Alie Bahasyim. (Ist)

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Ucapan tidak pantas keluar dari lisan Gus Fuad Plered atas penghinaan sebutan monyet terhadap Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua).

Kontroversi ini tidak cukup hanya sebatas sangsi permintaan maaf dari yang bersangkutan, namun lebih dari itu pentingnya penegakan hukum dan pelaku Gus Fuad segera diadili sesuai perundang-undangan.

Bacaan Lainnya

 

“Kami ingin ada efek jera sehingga tidak ada lagi kasus serupa, dampaknya menimbulkan reaksi kuat di masyarakat,” kata Anggota DPRD Kalsel, Habib Umar Hasan Alie Bahasyim, Minggu (30/3).

 

Perlu kami ingatkan mungkin diantara kita lupa atau mungkin tidak tahu siapa Guru Tua ini ialah pejuang penyebaran agama Islam di tanah air sekaligus memiliki peranan penting dalam mendirikan lembaga pendidikan Islam Al Khairat berpusat di Palu Sulawesi Tengah (Sulteng) hingga tersebar diseluruh Indonesia.

 

“Ini bukan sekedar minta maaf dan sangsi sosial, penegakan supremasi hukum agar tegaknya keadilan itu paling penting,” ujarnya.

 

Habib Umar berharap kepada seluruh masyarakat khususnya kaum muslimin untuk tetap menjaga kerukunan dan ketenangan, bijaklah menjadi warga negara serta utamakan adab dan akhlak dalam setiap keadaan kepada siapapun.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *