Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com -Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Yudistira Bayu Budjang sangat mendukung program cetak sawah 2025, mengingat Provinsi Kalsel menjadi salah satu daerah tumpuan dalam ketahanan pangan nasional khususnya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banua.
“Keinginan Pemerintah ini perlu didukung dan diapresiasi, mengingat untuk jangka panjang tentu kemandirian pemenuhan pangan ini bertujuan agar ke depan negara kita tidak lagi ketergantungan impor beras maupun komoditi lainnya,” katanya, Senin (14/4) di Banjarmasin.
Disebutkannya, di Kalsel ada 500 ribu hektare lahan disiapkan dengan alokasi APBN sebesar Rp1 triliun, “Maka kita buktikan komitmen demi kesejahteraan masyarakat banua,” ujarnya.
Ia menjelaskan, upaya mewujudkan swasembada pangan ini bukanlah pekerjaan mudah, namun dengan kolaborasi serta bersama-sama berperan, tentu akan bisa dilaksanakan dengan mudah, termasuk peran nyata bupati dan wali kota se-Kalsel dalam mewujudkan cetak sawah baru.
Termasuk mengoptimalkan keberadaan sawah yang sudah ada serta mengembalikan fungsi lahan tidur agar bisa dimanfaatkan.
Terlebih, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menggelontorkan anggaran dan sarana prasarana penunjang para petani nantinya.
“Daerah kita ini memiliki struktur tanah yang baik sehingga proses penanaman bibit komoditi unggulan bisa berkembang dengan cepat tak hanya beras, tapi jagung, sayur mayur dan lain-lain,” ujarnya.
Politisi Demokrat yang akrab disapa Yudistira ini menegaskan pentingnya optimasi lahan (Oplah) ini bisa terlaksana, di antaranya memfungsikan kembali lahan-lahan tidur
untuk mengoptimalkan pertanian berkelanjutan.
“Termasuk memaksimalkan keberadaan penyuluh pertanian yang tersebar di 13 Kabupaten Kota di Kalsel,” pungkasnya.






