Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan (Kalsel) menunjukkan tren yang stabil dan positif menjelang tahun 2026. Berdasarkan data terbaru, ekonomi daerah ini tumbuh sekitar 5,19 persen hingga akhir November 2025, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Kondisi tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi daerah di tengah dinamika global.
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalsel Fraksi Gerindra, H. Firmansyah, SP, menilai capaian ini harus menjadi momentum untuk mendorong pembangunan yang lebih berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi yang stabil harus diikuti dengan pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Tahun 2026 diharapkan menjadi fase penguatan ekonomi daerah yang inklusif,” ujar Firmansyah, Kamis (1/1/2026).
Ia menjelaskan, sektor unggulan seperti pertambangan, pertanian, industri pengolahan, serta jasa pendidikan dan komunikasi masih menjadi penopang utama ekonomi Kalsel. Namun, menurutnya, ketergantungan pada sektor pertambangan perlu dikurangi secara bertahap melalui transformasi ekonomi berkelanjutan.
Selain itu, kebijakan fiskal daerah yang relatif terkendali memberikan ruang untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, serta penguatan sektor UMKM. Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencapai 76,10 pada 2025 juga menunjukkan perbaikan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat.
“Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan pelaku usaha harus diperkuat, termasuk dalam pengembangan ekonomi hijau dan penciptaan lapangan kerja,” tambahnya.
Dengan perencanaan yang matang dan kolaborasi lintas sektor, Kalsel optimistis mampu menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran lima persen, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan pada 2026.






