Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Ternyata tahap penyiringan Jalan Nasional yang longsor di KM 171 Desa Satui Barat, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) tak sesuai harapan.
Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Kalsel, Hasanuddin Murad saat melakukan peninjauan lokasi. Selain itu pemerintah pusat belum memberikan dana perbaikan ke Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalsel.
“Pembangunan pada tahap penyiringan ini yang dibantu PT MJAB sudah berhenti sejak tiga minggu tanpa pemberitahuan sebelumnya,” ujarnya
kepada wartaberitaindonesia com Kamis (24/11).
Disebutkannya, kondisi Jalan Nasional KM 171 Desa Satui Barat mengalami putus total, setelah terjadi longsor susulan pada Ahad (16/10/2022).
Atas dasar itulah dari RDP Komisi III bersama PT. MJAB dan PT. Arutmin sepakat untuk menindaklanjutinya. Apalagi longsornya jalan nasional ini sudah terlalu lama untuk segera diselesaikan.
Ia mengharapan perlunya dukungan dari DPR RI agar penanganan tersebut cepat teratasi karena fungsi jalan tersebut sangat penting sebagai alur trasportasi darat masyarakat
“Hasil dari pertemuan kedua perusahaan sudah kami komunikasikan dengan Dirjen Minerba,” terangnya.
Lanjut Mantan Bupati Batola dua periode pihaknya segera menyampaikan ke Kementerian PUPR bulan depan sekaligus nantinya konsultasikan ke Komisi VIII DPR RI.
“Persoalan jalan nasional ini harus segera dituntaskan agar masyarakat tidak kesulitan melaksanakan aktivitas,” cetusnya.
Sementara itu, Kepala BPJN Kalsel, Syauqi Kamal menuturkan masih menunggu hasil dari tim Geo Tehnik terkait pembuatan jalan apakah harus dipindah atau dipertahankan, disamping menunggu hasil kajian tersebut, BPJN Kalsel masih mengharapkan anggaran dari pusat.
“Dana dari pusat untuk perbaikan jalan nasional ini masih belum diberikan, sehingga diprediksikan untuk perbaikan jalan ini akan lama,” tandasnya






