Anggota DPRD Kalsel Dorong Generasi Muda Geluti Dunia Pertanian

RDP finalisasi Pansus II LKPj Kepala Daerah 2022, bersama mitra kerja, Selasa (2/5). (ist)

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Minimnya minat generasi muda menggeluti bidang pertanian menjadi perhatian serius para wakil rakyat di Rumah Banjar, terlebih sebagai negara agraris keberadaan petani menjadi penting untuk turut serta berkontribusi dalam program ketahanan pangan.

Hal tersebut diungkapkan
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Imam Suprastowo kepada wartaberitaindonesia.com pada RDP finalisasi Panitia Khusus (Pansus) II Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah 2022, bersama mitra kerja, Selasa (2/5).

Bacaan Lainnya

“Ini menjadi ancaman serius bagi Indonesia, sebab jika tidak ditanggulangi maka impor pangan kita semakin besar,” ujarnya.

Diharapkannya, generasi penerus harus memiliki motivasi dan mampu menerapkan berbagai inovasi sebagai petani milenial sehingga korelasi hasil panen pertanian bisa optimal.

Diakuinya beberapa alasan mengapa generasi muda kurang tertarik mendalami pertanian karena dianggap ketinggalan zaman, penuh risiko dan tidak ada pengembangan karir serta tidak tersedianya lahan dan lain sebagainya.

“Mayoritas banyak lulusan sarjana pertanian lebih memilih bekerja di luar disiplin ilmu. Hal ini menjadi problem besar yang harus ditanggulangi.
Maka harus ada opsi dan solusi nyata dari permasalahan ini untuk menghadapi tantangan ke depan,” harapnya.

Imam menekankan Pansus harus benar-benar berjalan untuk perbaikan ke depan, “Artinya pemerintah juga melihat hal ini menjadi sebuah problema yang tak kalah pentingnya bagi masyarakat khsususnya generasi muda kita saat ini,” tukasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *