Antisipasi Gagal Panen Padi Akibat Banjir Diperlukan Upaya Strategis

Teks Foto Anggota Komisi II DPRD Kalsel Adrizal, Rabu (29/1). (Ist)

Banjarmasin, Wartaberitaindonesia.com – Mengantisipasi dampak gagal panen padi akibat banjir yang terjadi di Kabupaten/Kota maka diperlukan upaya starategis dan komprehensif, di antaranya pemberian bibit atau benih bagi petani agar bisa bercocok tanam kembali dalam upaya menjaga ketahanan pangan bisa terjaga dengan baik

“Ya, inikan menjadi masalah bersama, setidaknya pasca banjir perlu upaya penanganan terutama di sektor pertanian,” kata Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Adrizal, Rabu(29/1)

Bacaan Lainnya

Dungkapkannya dari informasi yang ia dapat konsistensi Pemprov dalam mitigasi bantuan benih pasca banjir di sektor pertanian sangat diapresiasi dan saat ini upaya pendataan tengah dilakukan dengan menghitung sawah yang terendam, apalagi ketinggian air cukup lama karena intensitas curah hujan tinggi.

“Setidaknya usaha atau pekerjaan masyarakat sebagai petani bisa beraktivitas kembali ini harus menjadi perhatian,” ujarnya.

Politisi PAN ini menyebutkan kemungkinan besar banjir di awal tahun ini merendam 21 ribu rumah termasuk 732 hektare lebih lahan pertanian mengalami nasib serupa atau sebanyak 44,85 ton persemaian padi petani ikut terdampak langsung.

“Ini menjadi tantangan ke depan dalam memenuhi pangan masyarakat di Kalsel,” tukasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *