Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com– Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus memperkuat sektor ketahanan pangan melalui evaluasi dan perencanaan strategis yang berkelanjutan. Upaya ini mendapat apresiasi dari Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, Senin (22/12).
Melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kalsel, pemerintah daerah secara konsisten melakukan koordinasi Luas Tambah Tanam (LTT) serta mengevaluasi kegiatan Optimasi Lahan dan Cetak Sawah Tahun 2025. Berdasarkan data DPKP Kalsel, capaian LTT padi terus menunjukkan tren positif, sekaligus menjadi dasar perumusan target produksi ke depan.
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi Kalsel mencapai 1.177.860 ton. Capaian ini menempatkan Kalsel sebagai provinsi dengan produksi padi tertinggi di regional Kalimantan dan berada di peringkat ke-12 secara nasional.
Politisi Partai Golkar yang akrab disapa Paman Yani ini menegaskan, kontribusi tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga menopang pasokan regional. Termasuk, menutup penurunan produksi di Kalimantan Tengah yang berkurang sekitar 32 ribu ton pada tahun 2025.
Sebagai bentuk komitmen bersama, target LTT pada Desember 2025 ditetapkan mencapai sekitar 102 ribu hektare melalui program optimalisasi lahan dan cetak sawah. Meski dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem seperti hujan lebat serta dinamika iklim El Nino dan La Nina, Kalsel dinilai mampu bertahan bahkan meningkatkan hasil pertanian.
Paman Yani berharap surplus produksi berdampak pada stabilitas dan keterjangkauan harga pangan, terutama menjelang pergantian tahun, bulan Ramadan, dan Idul Fitri, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. Ia juga mengapresiasi kerja keras para petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, serta seluruh pihak yang berperan menjaga keberlanjutan ketahanan pangan daerah.






