Banjarmasin, kalselpos.com – Pembangunan Bendungan Riam Kiwa di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), hingga Januari 2026 masih dalam tahap persiapan dan administrasi. Proyek strategis nasional tersebut belum memasuki pembangunan fisik penuh lantaran proses pembebasan lahan dan penyelesaian perizinan masih berlangsung.
Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel dari Fraksi NasDem, Ahmad Sarwani, S.Sos., menegaskan komitmennya untuk mendorong percepatan realisasi proyek bendungan yang dinilai vital sebagai solusi jangka panjang pengendalian banjir.
Hal itu disampaikannya saat berdialog dengan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Fraksi NasDem, Rifqinizami Karsayuda, wakil rakyat Daerah Pemilihan Kalimantan Selatan I.
Sarwani menyampaikan, pihaknya akan segera menindaklanjuti pertemuan tersebut dengan berkoordinasi bersama anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Selatan I dan II, serta menjalin komunikasi intensif dengan pemerintah pusat.
“Pembangunan Bendungan Riam Kiwa harus dikawal bersama. Ini menyangkut keselamatan masyarakat dan pengelolaan sumber daya air di Kalimantan Selatan,” ujarnya pada Senin (19/1/2026).
Saat ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) masih fokus pada pembebasan lahan di Desa Angkipih dan Desa Paramasan Bawah, Kecamatan Paramasan.
Proyek juga masih menunggu persetujuan final dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebelum masuk tahap konstruksi utama.
Bendungan Riam Kiwa diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp1,7 hingga Rp1,8 triliun. Selain berfungsi mengendalikan banjir hingga 70 persen di wilayah Kabupaten Banjar, bendungan ini juga mendukung irigasi pertanian, penyediaan air baku, serta potensi pembangkit listrik tenaga air.
Baca berita kalselpos lainnya, silahkan download Aplikasi Kalselpos.com di play store






