Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Yani Helmi, memberikan apresiasi terhadap langkah cepat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel dalam memantau harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H.
Pria yang akrab disapa Paman Yani ini menegaskan bahwa pemantauan rutin sangat krusial untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah serta melindungi daya beli masyarakat di tengah lonjakan permintaan jelang hari besar keagamaan.
“Monitoring harga sembako yang dilakukan Pemprov Kalsel merupakan langkah tepat dan harus terus ditingkatkan. Ini wujud keseriusan pemerintah dalam mengantisipasi inflasi sejak dini,” ujar politisi Fraksi Golkar tersebut, Kamis (5/2/2026).
Berdasarkan data Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalsel pada pertengahan Januari 2026, kondisi inflasi di kalsel terpantau stabil, bahkan sempat mencatatkan deflasi sebesar 0,03 persen.
Selain pengawasan harga, Pemprov Kalsel juga masif menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Program ini menyediakan komoditas strategis seperti beras, gula, minyak goreng, telur, daging, hingga hasil perikanan dengan harga di bawah pasar.
Paman Yani berharap sinergi lintas sektor antara pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota terus diperkuat. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu menjamin ketersediaan stok dan memastikan harga pangan tetap terjangkau bagi masyarakat hingga hari raya Idul Fitri mendatang.






