Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana menambah sebanyak 15 titik halte bus Banjarbakula guna mempermudah masyarakat dalam mengakses pelayanan transportasi antar kabupaten. Namun pihak pemangku kepentingan masih memastikan kepastian lahan yang telah direncanakan.
“Memang ada opsi penambahan halte, namun masih pengecekan terkait kepemilikan lahan,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Mustaqimah, Rabu (1/1) di Banjarmasin.
Untuk memastikan 15 titik ini ia meminta, baik Kemenhub, Pemprov dan Pemkab menelusuri satu per satu legalitas lahan apakah sudah dihibahkan atau belum, “Kami tidak ingin malah tujuan baik justru menimbulkan masalah dikemudian hari,” ujar politisi NasDem ini.
Dia menegaskan, hal ini erat kaitannya dengan aset apakah kepemilikan pribadi atau sepenuhnya hak Pemkab atau Pemko.
Karenanya Mustaqimah
berharap doa dan dukungan warga Banua
agar wacana penambahan halte ini bisa terealisasi karena jika fungsi Bus Trans Banjarbakula ini beroperasi lebih optimal maka bisa mengurangi kemacetan lalulintas.
“Ya, kami terus berkoordinasi agar penambahan halte bus ini terealisasi,” tutupnya.






