Mataram,wartaberitaindonesia.com– Panitia Khusus (Pansus) III, DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melaksanakan kegiatan study komparatif ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Mataram.
Ketua Pansus III, Firman Yusi mengatakan kegiatan tersebut guna perdalam materi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Keperpustakaan dan Pembudayaan Literasi untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Banua.
“Kami ingin daya literasi yang baik dianggap penting guna meningkatkan kualitas individu, masyarakat dan keluarga,” kata Firman kepada
wartaberitaindonesia.com, Jumat (5/5).
Dipilihnya Dispersip Provinsi NTB ini dikarenakan secara korelasinya jelas mereka sudah memiliki Perda Nomor 7 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan.
Diharapkan masukan berharga dari mereka mampu menambah pengetahuan segenap anggota dewan asal Kalsel serta hal ini jadi langkah awal pembentukan, kiat-kiat kerangka pikir, hingga implementasinya benar-benar positif bagi masyarakat.
Semangat transformasi menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial perlu dikembangkan yakni mengangkat martabat untuk kemandirian personal diantaranya peningkatan daya literasi itu sendiri sehingga dapat membangun kulitas diri suatu bangsa.
“Mempelajari inovasi-inovasi maupun terobosan adanya Perda tersebut mampu mendorong sekaligus memperkuat keperpustakaan dan pembudayaan literasi, khususnya minat baca kita,” harapnya.
Menurutnya kendala saat ini buku tidak dapat diakses hingga ke level-level keluarga, hal ini menjadi tantangan bersama mitra kerja terkait, dengan harapan
Perda ini nantinya dapat mendorong kontribusi pembudayaan literasi dan minat baca dengan harapan lahirlanya generasi-generasi yang lebih berkualitas.
Sementara Kepala Dispersip Provinsi NTB, H. Mahdi sangat mengapresiasi upaya legislatif guna mencerdaskan bangsa diantaranya wujud perhatian nyata kepada dunia literasi khususnya perpustakaan terlebih perkembangan literasi sudah sangat luar biasa, terutama penggunaan media sosial.
“Semoga tren perkembangan 10 atau 20 tahun ke depan semakin baik,” tukasnya.






