Pemkab Batola Matangkan Strategi Sosialisasi Program “Sekolah Rakyat”

Teks foto : Dinas Sosial Batola bersama Tim Pokja Sekretariat menggelar rapat koordinasi di Aula Kantor Dinsos, Selasa (14/4). Pertemuan ini bertujuan mematangkan strategi sosialisasi dan rekrutmen program "Sekolah Rakyat" agar menjangkau seluruh lapisan masyarakat. (Ist)

Marabahan,

wartaberitaindonesia.com – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) melalui Dinas Sosial bersama Tim Kelompok Kerja (Pokja) Sekretariat menggelar rapat koordinasi intensif untuk mematangkan persiapan sosialisasi program “Sekolah Rakyat”.

Bacaan Lainnya

 

Pertemuan yang berlangsung di Aula Kantor Dinas Sosial, Selasa (14/4), tersebut berfokus pada penyusunan strategi komunikasi publik. Hal ini dilakukan agar program peningkatan akses pendidikan tersebut dapat dipahami dan diterima sepenuhnya oleh masyarakat luas.

 

Rapat ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesamaan persepsi di tengah masyarakat. Tim Pokja Sekretariat menekankan pentingnya pola sosialisasi yang efektif dengan melibatkan lintas sektor serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batola, Dahtiar Fajar, menyatakan bahwa agenda utama pertemuan ini adalah memantapkan teknis pelaksanaan di lapangan, terutama terkait proses rekrutmen.

 

“Agenda rapat hari ini adalah persiapan sosialisasi rekrutmen Sekolah Rakyat,” ujar Dahtiar.

 

Rencananya, sosialisasi akan dilakukan melalui tiga metode utama:

 

1. Sosialisasi Langsung: Menjangkau masyarakat di 17 kecamatan melalui pertemuan tatap muka yang melibatkan 40 peserta di setiap kecamatan.

 

2. Sosialisasi Lingkungan Sekolah: Menyasar satuan pendidikan mulai dari jenjang SD, SMP, MI, hingga MTs.

 

3. Sosialisasi Digital dan Non-Digital: Pemanfaatan media sosial, video edukasi, dan platform daring, serta alat peraga fisik seperti spanduk dan brosur.

 

Keanggotaan Pokja Sosialisasi ini melibatkan kolaborasi luas antarinstansi, mulai dari Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Kantor Kementerian Agama Barito Kuala, hingga tim teknis PKH Batola.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *