Marabahan, wartaberitaindonesia.com – Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola) melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Parawisata (Disporbudpar) melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Kepemudaan dengan tema “Implementasi Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk Pemuda Lebih Maju”.
Rakor dibuka oleh Penjabat (Pj) Bupati Batola
Dinansyah yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Drs. H Samson, M.Si di Aula Selidah, Marabahan, Kamis (26/09).
Dinansyah dalam sambutan tertulisnya mengatakan era globalisasi dan modernisasi ditandai dengan kian pesatnya kemajuan teknologi dan informasi yang semakin canggih, sekaligus membawa konsekuensi semakin mudahnya paham atau ideologi asing untuk masuk dan mempengaruhi cara berpikir generasi muda sekarang ini.
“Oleh karena itu, saya sangat menyambut baik sekaligus memberikan apresiasi atas terselenggaranya rapat koordinasi lintas sektor kepemudaan dengan megangkat tema, Implementasi rencana aksi daerah untuk pemuda lebih maju,” ujarnya.
Dinansyah mengharapkan
dengan rencana aksi daerah tersebut dapat meningkatkan Index Pembangunan Pemuda (IPP), dan para generasi muda bisa terus menggelorakan semangat di tengah berbagai persoalan yang ada, serta mampu menyikapinya secara objektif, kritis dan konstruktif.
Pelaksanan kegiatan ini terangnya, merupakan tindak lanjut dari Perpres Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2022 tentang koordinasi strategis lintas sektor penyelenggaraan pelayanan kepemudaan.
“Oleh karenanya, kiranya dapat mengimplementasikan Perpres tersebut dengan pelaksanaan program sinergis antar sektor dalam hal penyadaran, pemberdayaan serta pengembangan kepimpinan dan kepeloporan pemuda,” jelasnya.
Dinansyah juga berpesan untuk bisa menjadi sarana menyatukan sudut pandang pemikiran dan pemahaman tentang peranan pemuda, baik dalam konteks peningkatan kualitas dirinya, maupun dalam rangka menunjang sekaligus mendorong terwujudnya percepatan pencapaian kemajuan pembangunan di seluruh wilayah Kabupaten Batola.
“Harus disadari dan dipahami para pemuda adalah generasi yang akan memegang tongkat estafet pembangunan, sehingga dituntut untuk peka dan responsif terhadap dinamika masyarakat serta memiliki kemampuan untuk mengembangkan ide dan gagasan konstruktif bagi kemajuan daerah, bangsa dan negara,” pesannya.
Rakor diikuti sebanyak 150 Peserta dari berbagai Satua Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terlibat kepemudaan.
Materi dan narasumber diisi oleh Bappeda Kalsel, Dispora Kalsel, Ketua Forum Aksi Penyuluh Anti Korupsi Kalsel.






