Marabahan, wartaberitaindonesia.com – Operasi Keselamatan Intan 2024 di Barito Kuala (Batola) yang dilaksanakan selama dua pekan berakhir. Ratusan pelanggar terjaring dan sebagian ditilang.
Kapolres Batola, AKBP Diaz Sasongko mengungkapkan setelah dua pekan diselenggarakan, Operasi Keselamatan Intan 2024 di Batola menjaring 128 pelanggar yang ditindak dengan tilang.
Disebutkannya dari pengendara yang menggunakan ponsel ketika berkendara, pengendara di bawah umur, membonceng lebih dari satu orang, serta tidak menggunakan helm dan safety belt.
Kemudian berkendara dalam pengaruh alkohol, melawan arus, over dimension atau overload, serta kendaraan yang menggunakan plat nomor palsu,” sebutnya,
“Tren pelanggaran 2024 memang meningkat dibanding 2023 yang ditandai dengan hanya 51 tilang,” katanya, Selasa (19/3).
Penyebabnya penindakan dalam Operasi Keselamatan Intan 2023 masih terbatas, karena hanya menggunakan ETLE mobile.
“Sekarang selain menggunakan ETLE mobile, penindakan dapat dilakukan untuk pelanggaran yang berisiko meningkatkan fatalitas kecelakaan lalu lintas,” ujar Diaz.
Di sisi lain, sasaran khusus Operasi Keselamatan Intan juga meningkat dari 8 poin menjadi 13 poin, Selain ditindak dengan tilang, Satlantas Polres Batola juga mengeluarkan ratusan teguran kepada pelanggar.
“Kami juga melakukan pendekatan persuasif melalui teguran. Hasilnya kami memberikan 424 teguran atau meningkat dibanding 2023 sebanyak 409 teguran,” jelasnyanya.
Kendati pelanggaran mengalami peningkatan, tidak terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan fatalitas seperti meninggal dunia atau cacat permanen.
“Alhamdulillah tidak terjadi kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan fatalitas selama Operasi Keselamatan Intan 2024. Dalam operasi keselamatan, indikator utama yang digunakan adalah fatalitas kecelakaan lalu lintas. Dengan demikian, catatan nihil kejadian ini sama seperti 2023 lalu,” tukasnya.






