Tanah Bumbu, wartaberitaindonesia.com – Segala potensi perempuan itu bisa dioptimalkan dengan ikut membantu perekonomian keluarga tanpa mengabaikan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga. Jika sinergi bisa berjalan baik maka hal itu bisa membangkitkan ekonomi secara menyeluruh meski harus perlahan dan bertahap.
Demikian kata Wakil Ketua DPRD Kalsel, Hj. Mariana saat melaksanakan gelaran Sosialisasi Propemperda serta Perundang-undangan (Sosper), terkait Undang-Undang No. 11 tahun 2018 tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, di Desa Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu, Senin (30/10).
“Tugas kita bersama ikut berpartisipasi dalam membangkitkan roda perekonomian dalam mengatasi angka kemiskinan,” ujarnya.
“Dampak situasi keadaan ekonomi di lingkungan keluarga jadi salah satu faktor kekerasan dalam rumah tangga oleh karenanya hal ini perlu di edukasi dengan membuka wawasan sehingga terciptanya ibu yang cerdas, kuat tangguh dan kreatif,” terangnya.
Sementara, Ketua LPK Sherly Marlina mengatakan peranan perempuan itu sangat besar dan kompleks sehingga mereka harus diberi pembekalan pengetahuan dan keterampilan meski keahlinan itu terlihat sepele dan sederhana.
Misalnya mampu membuat kue (wadai), maka jika ditekuni sedikit banyaknya bisa membantu perekonomian keluarga.
“Ya, apapun bisa dikerjakan maka hal itu harus dilakukan sekecil apapun asal bisa menghasilkan, ” tutur wanita yang karib disapa Acil Wadai ini.
Di sela sosialisasi peraturan daerah ini juga diselingi bagaimana membuat jajanan yang baik dan berkualitas terutama dari segi rasa dan konsep yang bisa menarik pembeli seperti praktek membuat pentol, mie dan pangsit.






