Transformasi Ekonomi Kalsel Menuju Nilai Tambah Tinggi

Teks foto : Praktisi ekonomi Kalsel, Rustamaji. (Ist)

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Provinsi Kalimantan Selatan terus mendorong industrialisasi lintas sektor sebagai strategi utama memperkuat struktur ekonomi daerah. Langkah ini diapresiasi berbagai pihak karena dinilai mampu menciptakan nilai tambah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

 

Praktisi ekonomi Kalsel, Rustamaji, menyebutkan bahwa industrialisasi merupakan transformasi penting yang mengintegrasikan teknologi, mekanisasi, dan produksi massal ke sektor-sektor utama seperti pertanian, pertambangan, hingga jasa. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional.

 

Data terbaru menunjukkan sektor pertambangan, khususnya batubara, masih menjadi tulang punggung ekonomi dengan kontribusi sekitar 30 persen. Meski demikian, pemerintah kini mengarahkan fokus pada hilirisasi batubara agar tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah.

 

“Hilirisasi menjadi keharusan untuk meningkatkan nilai tambah, seperti produksi briket dan produk turunan lainnya,” ujar Rustamaji.

 

Dengan percepatan kebijakan tersebut, Kalimantan Selatan ditargetkan mampu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 7 hingga 8 persen pada 2030. Sinergi antara pemerintah, investor, dan pelaku usaha menjadi kunci keberhasilan agenda besar ini.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *