Kenaikan Biaya Haji Terlalu Tinggi, Kemennag Diminta Menghitung Ulang

Harlah Partai Gerindra ke-15 di Banjarmasin, Kamis (2/2). (ist)

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com

– Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menegaskan kenaikan biaya haji tahun 2023 ini dinilai terlalu tinggi, sebab dari Rp35 juta – 39,8 juta naik menjadi Rp69,1 juta.

Bacaan Lainnya

 

Oleh karena itu dirinya bersama rekan-rekan di Komisi VIII DPR RI meminta agar angka kenaikan tersebut dikaji ulang diantaranya dengan mengkomunikasikan kembali bersama Kementerian Agama RI.

 

“Rakyat kita masih terdampak pasca pandemi Covid-19, semua sektor perekonomian masih dalam pemulihan terlebih UMKM. Kita minta angka kenaikan itu dihitung ulang, kawan-kawan Komisi VIII bisa melihat hal ini,” Kata Muzani kepada wartaberitaindonesia.com

di sela Harlah Partai Gerindra ke-15, di Banjarmasin, Kamis (2/2).

 

Ia menambahkan, kepada masyarakat yang berniat bepergian haji tahun ini agar diminta tenang karena Pemerintah Pusat tengah melakukan pertimbangan opsi kenaikan biaya haji tersebut untuk kembali disesuaikan, sebab di Kerajaan Arab Saudi memang ada penyebab yang mengharuskan biaya naik, hanya saja jangan sampai memberatkan rakyat.

 

“Memang klausulnya naik di Arab Saudi namun kita tidak mau naiknya mencapai dua kali lipat,” harap anggota Komisi 1 DPR RI bidang pertahanan, luar negeri dan informasi ini.

 

Lanjut Muzani jikapun ada kenaikan biaya haji tahun ini angkanya tidak sampai terlalu tinggi, aspek ekonomi rakyat juga harus dipertimbangkan, “Sebab tidak semua calon jemaah haji Indonesia (CJH) kita tergolong kaya, karena tidak sedikit yang menabung belasan tahun hingga nunggu antrean keberangkatan sampai puluhan tahun,” tukasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *