DPRD Kalsel apresiasi langkah konkrit Pemprov tekan Inflasi

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Gusti Rosyadi Elmi. (ist)

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) terus melakukan upaya langkah konkrit untuk jangka pendek dengan melaksanakan kegiatan pasar murah di Kabupaten/ Kota guna menekan angka inflasi yang terjadi di sejumlah komoditi pangan khususnya beras.

 

Bacaan Lainnya

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar mengungkapkan mahalnya harga beras saat ini disebabkan gagal panen yang disebabkan banjir dan serangan hama tungro yang merusak padi petani sehingga hal ini berpengaruh terhadap hasil panen.

 

“Petani kita rata-rata merugi karena hasil panen yang turun,” kata Roy kepada wartaberitaindonesia.com,

Kamis (16/2).

 

Dalam hal ini ungkap Roy, Pemprov tidak tinggal diam, upaya langkah terus dilakukan dengan disesuaikan kondisi di setiap Kabupaten/Kota, selain itu Bulog juga melaksanakan kegiatan pasar murah bahkan untuk beras didatangkan dari Jawa Barat termasuk juga impor beras dari Thailand dan Vietnam karena kualitas beras disana tidak jauh berbeda yang ada di banua pastinya dengan harga lebih terjangkau dan murah.

 

“Semoga ini bisa menekan harga kenaikan beras dipasaran,” harapnya.

 

Sementara itu Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Gusti Rosyadi Elmi mengapresiasi langkah sinergitas yang baik antara Pemprov Kalsel bersama Pemkab Kabupaten/Kota melalui Walikota maupun bupati untuk melaksanakan kegiatan operasi pasar atau pasar murah untuk menekan inflasi sejumlah kebutuhan pokok masyarakat terlebih menjelang Ramadhan, tentu ini sedikit meringankan beban hidup.

 

“Kami berharap ini dilaksanakan secara berkesinambungan dan ini sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan harga lebih murah,” ujarnya.

 

Politisi PKS ini mengharapkan agar Pemerintah tidak terfokus pada kegiatan pasar murah saja, tidak terkonsentrasi di sektor hilir saja namun secara sistematis harus dicarikan solusinya efektif baik sektor hulu dan hilirnya sehingga tidak seakan temporer saja disebabkan semakin tingginya inflasi

 

“Yang terpenting keterjagaan kebutuhan pokok baik ketersediaan maupun harganya,” tukasnya.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *