Banjarmasin,wartaberitaindonesia.com – Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, HM Lutfi Saifuddin menyoroti kasus dugaan kekerasan terhadap peserta didik oleh guru selaku tenaga pengajar yang belum lama terjadi
di salah satu PAUD di Kota Banjarmasin.
Dia menegaskan, kasus itu harus disikapi serius oleh pihak terkait, tidak saja di institusi pendidikan maupun pihak berwajib, demi perlindungan anak karena apapun alasannya kekerasan dimanapun tidak boleh terjadi.
Apalagi di lembaga pendidikan hal ini justru berdampak negatif bagi perkembangan kondisi kesehatan mental seorang anak, baik yang menjadi korban maupun teman sebayanya di satu sekolah.
Pada akhirnya, menurutnya, ketidakpercayaan orang tua murid itu berpotensi luntur bahkan kekhawatiran menghantui mereka.
“Berkaca dari kejadian kekerasan terhadap murid ini diharapkan menjadi pelajaran berharga untuk ke depan. Jagalah kepercayaan setiap orang tua murid atau wali murid, sekali saja terjadi maka hal itu bisa berpengaruh kepada orang tua lainnya,” kata Lutfi Saifuddin kepada wartaberitaindonesia.com Jumat (2/6).
Selain itu dirinya juga menghimbau kepada setiap orang tua agar bisa lebih selektif dan teliti dalam memilih sekolah untuk anak. Banyak sekolah pinggiran yang tidak kalah bermutu dan berkualitas jangan terfokus pada sekolah favorit saja.
“Saya setuju jika seluruh dewan guru maupun tenaga pendidik agar menjalani tes kejiwaan, agar kualitas mentalitas terjamin aman dan normal,” ujarnya.
Bukan itu saja, tambahnya, kepada oknum guru terduga pelaku kekerasan agar diberikan sangsi tegas hingga kepada yayasan atau lembaga bersangkutan perizinan bisa dibekukan minimal sampai proses hukum selesai.
“Kami ingin efek jera itu bisa memperbaiki kualitas pendidikan kita,” tukasnya.






