Kandangan, wartaberitaindonesia.com– Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) Syarifuddin
meminta pihak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk merealisasikan pembangunan jembatan Banua Hanyar-Samuda.
“Jembatan Banua Hanyar-Samuda sangat strategis dibangun untuk mengatasi permasalahan kemacetan lalu lintas,” kata
Syarifuddin, Jumat (10/5/2024).
Sebelumnya, ungkap Syarifuddin, DPRD dan Pemda telah sepakat dalam pembahasan APBD untuk membangun jembatan tersebut sebesar Rp70 miliar dan untuk pembebasan lahan sebesar Rp12 miliar.
Namun, karena persoalan ganti rugi lahan tidak ada kesepakatan dengan masyarakat, hingga kini rencana pembangunan Jembatan Banua Hanyar-Samuda tidak bisa direalisasikan.
Politisi PDI-P ini menyarakan kepada pihak Pemda dan stakeholder terkait melakukan pendekatan kepada masyarakat pemilik lahan, agar pembebasan lahan dapat dilakukan.
Menurutnya, pendekatan bisa dilakukan melalui para tokoh masyarakat, alim ulama, dan para habaib yang dapat memberikan pengertian dan pemahaman kepada warga setempat.
“Saya optimis, jika dilakukan pendekatan dan diberikan pengertian, maka akan menimbulkan rasa memiliki dan tanggung jawab untuk kemajuan daerah,” pungkas Syarifuddin.






