Nelayan Lokal Kelukan Aktivitas Kapal Cantrang di Pesisir Kotabaru

Teks Foto : Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Adrizal. (Ist)

Banjarmasin,
wartaberitaindonesia.com– Masyarakat nelayan di pesisir Kabupaten Kotabaru mengeluhkan banyaknya aktivitas nelayan kapal cantrang, yakni alat tangkap ikan destruktif karena langsung menyentuh dasar perairan sehingga resikonya menghancurkan terumbu karang.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Adrizal di Banjarmasin, Senin (11/11/2024).

Bacaan Lainnya

“Padahal diperairan mereka itu kaya akan hasil laut namun perlahan terancam rusak ekosistemnya,” ujarnya.

Dilain sisi lanjut Adrizal, para nelayan lokal mencari ikan dengan teknik tradisional dengan membuat rumpon (rumah-rumahan untuk ikan)

“Rumpon nelayan lokal yang dibikin sudah banyak rusak terkena kapal cantrang,” beber politisi PAN ini.

Berdasarkan investigasi dan penelusuran di lapangan kapal cantrang mayoritas berasal dari Jawa Tengah (Jateng), dan sebagian Jawa Timur (Jatim). Artinya mereka sudah tidak mengenal batas wilayah tangkap.

“Keberadaan kapal-kapal cantrang itu kerap meresahkan para nelayan kita,” terangnya.

Dia pun mengapresiasi Dinas Kelautan dan Perikanan Kalsel sudah menyampaikan ke Pemprov Jateng atas keluhan nelayan Kalsel ini bahkan patroli rutin bersama Polair Polda Kalsel, Polres Kotabaru, Lanal Kotabaru, Stasiun PSDKP Tarakan dan Satker PSDKP Kotabaru terus dilakukan.

“Ya kami berharap cantrang ini harus dilarang karena tidak ramah lingkungan,” harapnya.

Awalnya nelayan lokal dengan menggunakan sistem tangkap rumpon hasilnya tidak mengecewakan, dalam sehari mereka bisa memperoleh sekitar 50 kilogram tenggiri, kakap, bawal dan kerapu dari beberapa rumpon yang disebar.

Namun itu semua kini tinggal cerita. Sejak kapal-kapal besar ukuran rata-rata 30-40 groston (GT) dari luar daerah menyerbu perairan Kotabaru.

“Mereka gunakan alat tangkap cantrang dampaknya hasil tangkapan nelayan lokal merosot,” tukasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *