Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Setelah sempat terjadi kelangkaan Pertamax selama lebih dari sepekan, pasokan bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi di sejumlah SPBU di Banjarmasin dan beberapa kabupaten di Kalimantan Selatan (Kalsel) kini kembali normal.
PT Pertamina (Persero) memastikan stok telah tersedia dengan volume yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta mencegah terulangnya kelangkaan serupa.
Sepekan sebelumnya, sejumlah SPBU dilaporkan kehabisan Pertamax akibat meningkatnya penjualan hingga dua kali lipat dari periode biasanya. Kondisi tersebut memicu antrean kendaraan, gangguan mobilitas warga, dan keluhan konsumen karena distribusi yang dinilai tidak merata.
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalsela, Achmad Maulana dari Fraksi Golkar, turut menyoroti kejadian tersebut. Ia menegaskan kelangkaan seharusnya tidak terjadi karena berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kelangkaan Pertamax beberapa hari lalu tidak boleh terulang. Distribusi dan pelayanan harus dievaluasi agar masyarakat mendapatkan BBM sesuai kebutuhan, tersedia, dan berkualitas,” ujar Maulana mengingatkan.
Pertamina Tegaskan Kualitas BBM Terjamin
Selain memastikan stabilitas stok, Pertamina dan Hiswana Migas menegaskan pengawasan kualitas BBM—baik non-subsidi maupun subsidi—dilakukan secara ketat. Hasil pengujian laboratorium oleh Lemigas menunjukkan bahwa Pertalite memenuhi spesifikasi standar tanpa indikasi pencampuran air, menepis rumor yang sempat berkembang di masyarakat.
Pertamina Patra Niaga juga menerjunkan tim Serv-Q untuk mengawasi kualitas BBM di SPBU, termasuk kejernihan produk, kadar air, serta kesesuaian distribusi di lapangan.
Penguatan Pengawasan Jelang Akhir Tahun
Memasuki akhir tahun, sejumlah pengamat energi menilai pentingnya penguatan mekanisme pengendalian stok, pengiriman logistik, dan transparansi data. Hal ini diperlukan agar pasokan tetap stabil pada periode mobilitas masyarakat yang biasanya meningkat.
“Kualitas BBM bukan hanya harus lolos uji laboratorium, tetapi juga harus benar-benar dirasakan aman oleh konsumen,” tambah Maulana
Dengan pasokan yang kembali normal, pemerintah daerah bersama Pertamina berkomitmen meningkatkan pengawasan distribusi serta memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi secara optimal.






