Banjarmasin, Wartaberitaindonesia.com – Rencana pembukaan rute penerbangan internasional Banjarmasin–Malaysia oleh maskapai AirAsia yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 20 Oktober 2025 mendatang mendapat sambutan positif dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel).
Anggota Komisi III DPRD Kalsel Fraksi Golkar, Achmad Maulana menilai hadirnya jalur penerbangan langsung ini akan menjadi peluang besar bagi peningkatan ekspor daerah, terutama di sektor perikanan dan perdagangan.
“Semoga penerbangan internasional ini memberikan dampak positif terhadap pemasukan negara maupun daerah. Komoditas hasil perikanan kita memiliki pasar potensial di Malaysia,” ujar Maulana, Selasa (23/9).
Ia memaparkan, realisasi ekspor Kalsel ke Malaysia hingga Juni 2025 masih relatif kecil, yakni sekitar 713 kilogram, dengan komoditas utama berupa ikan hidup, udang, lobster, kepiting, hingga belut. Dengan adanya akses udara yang lebih cepat, ia optimistis volume ekspor akan meningkat signifikan.
Bahkan, lanjutnya, peluang ekspor tidak hanya terbuka ke Malaysia, tetapi juga bisa memperluas pasar ke negara lain. Selama ini, ekspor Kalsel ke Jepang dan Taiwan masih lebih tinggi dibandingkan Malaysia.
Selain sektor perikanan, jalur udara diyakini mampu membuka ruang lebih besar bagi komoditas unggulan lain yang bernilai tinggi dan rentan rusak, seperti produk segar, kerajinan tangan, hingga fashion lokal.
“Produk UMKM kita memiliki prospek menjanjikan. Kalau transportasi udara ini berjalan lancar, risiko kerusakan barang bisa ditekan, dan produk kita akan lebih cepat sampai ke pasar tujuan,” jelasnya.
Sejauh ini, ekspor besar Kalsel masih didominasi jalur laut, seperti batu bara, minyak sawit (CPO), serta produk pertanian. Namun dengan rute internasional Banjarmasin–Malaysia, Pemprov Kalsel optimistis ekspor non-tambang bisa lebih berkembang dan mempercepat roda perekonomian daerah.






