Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Ketua DPRD Kota Banjarmasin H Harry Wijaya pertanyakan sumber anggaran pembuatan film berjudul Jendela Seribu Sungai oleh Pemerintah Kota Banjarmasin yang kini sedang dalam proses penggarapan.
“Hal inilah menjadi pertanyaan kami di DPRD Banjarmasin, karena anggarannya tidak diketahui dari mana sumbernya,” kata H Harry Wijaya kepada wartawan, Senin (14/11/22).
Diakuinya, pihak DPRD maupun Badan Anggaran tidak ada menerima usulan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) di SKPD terkait. Maka ia menegaskan akan meminta kepada badan anggaran dan komisi terkait untuk menelusuri dahulu sumber anggaran atau dana dalam pembuatan film tersebut.
“Sejauh ini proses penganggaran satu kegiatan, biasanya dibuat universal. Artinya bisa disebutkan anggaran penunjang kepariwisataan, maka dalam satuan kegiatannya tidak muncul,” terangnya.
Dan pihaknya ingin menindaklanjuti atau menelusuri persoalan itu dahulu, agar tidak terjadi kesalahan informasi atau penggunaan anggaran daerah .
Sementara terkait urgenitas pembuatan film dengan anggaran sekitar 6 miliar tersebut, menurut Harry wijaya, sangatlah tidak urgen.
“Anggaran sebesar itu, menurutnya yang lebih ungensi penggunaan anggaran tersebut untuk penambahan membangun fasilitas publik, dan penunjang masyarakat Banjarmasin” pungkasnya.






