Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Ketua Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) Kalsel HA Husaini menduga adanya manipulasi ijazah oleh salah seorang caleg DPRD Kalsel.
“Hal ini tentunya telah disampaikan berdasarkan bukti otentik waktu penerbitan ijazah yang bersangkutan dinilai ada kejanggalan,” ungkapnya kepada wartaberitaindonesia.com, Selasa (19/3) usai menyambangi KPU Kalsel.
“Upaya selanjutnya kami akan menyampaikan data data temuan ini untuk diteruskan ke Diskrimsus Polda Kalsel,” tambahnya.
Bahkan Husaini menyatakan pihaknya siap ke Bareskrim Polri agar nilai demokrasi itu benar-benar terwujud sebagai upaya langkah konkrit dalam memberikan edukasi ke masyarakat.
“Ya, ini kan perlu diperjuangan agar pemilu ini benar-benar jurdil tidak tercoreng oleh oknum yang menghalalkan segala cara,” tegasnya.
Secara pribadi dan organisasi lanjutnya, dia menyampaikan apresiasi atas respon KPU yang terbuka ketika pihaknya menyampaikan masalah.
ini.
Tak hanya itu dirinya akan melakukan investigasi langsung ke Jawa Timur terhadap lembaga maupun individu perihal keterlibatan baik langsung maupun tidak terhadap penerbitan ijazah salah satu caleg DPRD Kalsel dari partai Gerindra tersebut.
“Ya siap-siap saja kami akan cari kebenarannya sebab kita rakyat tak ingin ditipu,” ujarnya.
Sementara itu Komisioner KPU Kalsel, Nida Guslali mengaku pihaknya selalu terbuka kepada siapa saja terlebih masyarakat dalam memberikan informasi apa saja terkait dengan pemilu, meski begitu KPU Kalsel tetap melakukan koordinasi dan penelaahan setiap laporan ke KPU pusat jika itu termasuk indikasi persoalan krusial.
“Kami berikan ruang selama 3 hari kepada masyarakat setelah penetapan yang ingin mengajukan gugatan,” jelasnya.






