Komisi III soroti sarana jalan di Tanah Laut

Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Fahrin Nizar. (ist)

Tanah Laut, wartaberitaindonesia.com

– Pentingnya sarana prasarana penunjang keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas transportasi jalan darat di sejumlah titik infrastruktur jalan di Kabupaten Tanah Laut (Tala) menjadi sorotan Komisi III DPRD Kalsel.

Bacaan Lainnya

 

“Rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas, hingga alat penerangan jalan jadi hal utama, demi menjaga keselamatan bersama,” kata Sekretaris Komisi III DPRD Kalsel, H Gusti Abidinsyah kepada

wartaberitaindonesia.com, Jumat (17/2).

 

Diungkapkannya, jika mengacu pasal 25 ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, maka setiap jalan yang digunakan untuk lalu lintas umum wajib dilengkapi dengan perlengkapan jalan yang dimaksud.

 

Selain itu yang menjadi sorotan Komisi III DPRD Kalsel dari hasil monitoring adalah Penerangan Jalan Umum (PJU) dan titik pemberhentian rombongan di depan SDN Pandahan 2 Kecamatan Bati-Bati berdasarkan informasi pihak sekolah rawan kecelakaan.

 

Sementara, Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Fahrin NizarNizar berharap zona keselamatan sekolah perlu dipasang rambu-rambu, karena arus lalulintas di Bati-Bati dekat sekolah itu cukup ramai karena berada di pinggir jalan raya.

 

Kemudian untuk Kabupaten Batola keberadaan Terminal Handil Bakti juga menjadi perhatian serius karena aktivitas minibus angkutan umum sudah tertinggal jauh jika dibandingkan 20-30 tahun lalu karena sempat jadi primadona.

 

“Fungsi dan angkutan umum ini perlu dikembalikan lagi terlebih Kalsel jadi penyangga IKN dan kita harus siapkan itu,” ujar Fahrin

 

Namun melihat keinginan tersebut tidaklah mudah karena diperlukan kajian dan mendengar banyak masukan agar nantinya baik terminal maupun armadanya bisa beroperasi dengan baik dan lancar untuk menjawab kebutuhan masyarakat menengah ke bawah.

 

“Khususnya koneksi antar terminal demi memudahkan penumpang sekaligus armada menuju Banjarmasin yang mangkal di Handil Bakti,” harapnya.

 

Bahkan menurutnga untuk ruas jalan Sungai Paring akses penghubung Batola menuju Tapin dan HSS itu juga tak luput dikembangkan karena potensi kedepannya cukup bagus.

 

“Hal inilah yang perlu menjadi perhatian untuk diperjuangkan,” tukasnya.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *