Banjarmasin, – Kepala SMPN 24 Banjarmasin, Pahri mengingatkan setiap orang tua, wali murid dan tenaga pendidik (guru) agar dituntut kesabaran yang lebih ekstra ketika mendampingi siswa-siswi berkebutuhan khusus (inklusi) di setiap ruang kelas.
“Jika anak inklusi ini suka menggambar maka itulah hasilnya, meski tugas mereka sebenarnya berhitung dan mereka tidak dituntut bisa mengerjakannya,” katanya kepada wartaberitaindonesia.com,
Selasa (26/12).
Hal ini menurut Pahri dikarenakan kondisi mereka berbeda dengan peserta didik lain, bahkan ketika diberikan tugas sekolah untuk dikerjakan maka harus diarahkan meski tidak sedikit hasilnya diluar keinginan.
“Maka tak ada keharusan juga mengerjakan tugas tersebut seperti peserta didik yang biasa,” ujarnya.
Ia menambahkan sebenarnya anak-anak berkebutuhan ini bisa disembuhkan secara perlahan meski dengan persentasinya maksimal antara 70% sampai 80%, namun pada akhirnya anak-anak ini bisa beraktivitas normal, hanya saja selain diperlukan bimbingan dan perhatian lebih.
“Sebagai orang tua jangan putus asa, karena anak-anak ini bisa tumbuh lebih sehat, kuat dan cerdas,” harapnya
Ketika disinggung bagaimana mengantisipasi lahirnya anak berkebutuhan khusus, solusinya adalah kembali kepada ajaran agama yang diajarkan Rasulullah SAW diantaranya berwudhu dan salat sebelum menyentuh isteri.
Kedua perbanyak doa minta kepada Allah agar diberikan anak yang sehat dan soleh solehah serta cukupi nutrisi gizi tidak perlu mahal dengan cakupan protein seperti tahu, tempe, telur dan lainnya.
“Kita sebagai manusia ini cenderung banyak lupa daripada ingatnya, inilah pentingnya ilmu agama itu ditanamkan di dalam keluarga,” tukasnya






