Status Internasional Bandara Syamsuddin Dicabut, Ini Tanggapan Tokoh Banua

Teks Foto: Tokoh masyarakat Banua, H. Gusti Iskandar Sukma Alamsyah. (Istimewa)

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Tokoh masyarakat Banua, H. Gusti Iskandar Sukma Alamsyah
memberikan tanggapan terkait Bandar Udara (Bandara) Syamsudin Noor kini tak lagi menyandang status internasional.

Hal ini menyusul dikeluarkannya Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor 31 Tahun 2024, tentang Penetapan Bandar Udara Internasional

Bacaan Lainnya

Menurut Gusti Iskandar, penetapkan perubahan status itu ada dasarnya, sesuai aturan, diantaranya ketiadaan tata kelola keimigrasian di bandara.

“Bukan karena persoalan infrastruktur, sebab untuk sarana prasarana sudah memenuhi kriteria,” ujarnya kepada
wartaberitaindonesia.com, Senin (29/4)

Sehingga kondisi ini lanjutnya, menjadi penilaian mendasar setidaknya dalam satu pekan ada jadwal flight 3 kali penerbangan luar negeri ke Kalsel.

“Keputusan menteri perhubungan ini hanya bersifat sementara saja seiring pembenahan nantinya,” harapnya.

Dicontohkannya, dulu bandara di Kota Manado juga mengalami nasib serupa namun status bandaranya kembali menjadi internasional.

Sehingga dia menyarankan kepada Pemerintah Provinsi Kalsel, untuk bisa gencar melakukan promosi sektor dunia usaha dan pariwisata, dengan harapan banyak para investor menanamkan modal usahanya ke banua, serta mengunjungi kekayaan destinasi wisata dengan berbagai keunikan maupun keindahan alamnya.

“Kita harus bisa melakukan promosi dan meyakinkan bahwa Kalsel daerah menjanjikan bagi para investor,” ujarnya.

Sebagai masyarakat banua menurutnya tidak perlu berkecil hati karena Kepmenhub itu tidak baku, semua bisa dibenahi dan besar harapan status bandara internasional itu bisa dikembalikan.

“Selain itu untuk para calon jemaah haji (CJH) masih melakukan transit penerbangan regional ke embarkasi Balikpapan, kita harus optimistis semua kembali, terlebih Kalsel ini menjadi pintu gerbang IKN yang mengharuskan pemerataan sarana prasarana pembangunan,” pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *