Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Kabar menggembirakan datang bagi Pemerintah Kabupaten Barito Kuala (Pemkab Batola), Kalimantan Selatan. Tahun ini Batola dipastikan akan menerima dana fantastis nyaris Rp50 miliar—atau tepatnya Rp44,5 miliar hasil dari pembagian keuntungan bersih sejumlah perusahaan tambang batubara yang beroperasi di wilayah Kalsel.
Anggota Komisi II DPRD Kalsel, H. Taufik Rahman, mengapresiasi skema pembagian hasil bersih ini yang dinilai mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan mendukung pembangunan di daerah.
“Ini langkah positif. Dengan pembagian hasil bersih, pemerintah daerah mendapatkan tambahan pendapatan signifikan untuk membiayai program pembangunan, kesejahteraan rakyat, dan pelayanan publik,” ujar Taufik Rahman, Kamis (4/7).
Skema pembagian hasil keuntungan bersih tersebut melibatkan sejumlah perusahaan besar, di antaranya PT Adaro dan PT Arutmin. Pemerintah pusat telah menentukan pembagian keuntungan bersih kepada kabupaten/kota di Kalimantan Selatan sesuai skema yang telah diatur.
Tak hanya Batola, kabupaten dan kota lain di Kalsel juga akan kebagian dana hasil keuntungan bersih ini, meski besarannya bervariasi. Namun Batola menjadi salah satu penerima terbesar, dengan nilai Rp44,5 miliar pada tahun anggaran 2025. Menurut Taufik Rahman, tambahan dana puluhan miliar ini perlu diiringi dengan perencanaan penggunaan yang matang dan transparan.
“Harus ada perencanaan yang jelas agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Dengan adanya kebijakan bagi hasil keuntungan bersih ini, DPRD Kalsel berharap kerja sama antara pemerintah daerah dan perusahaan tambang semakin baik, dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
“Selain kontribusi pendapatan, kita juga mendorong perusahaan agar bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar,” pungkasnya.






