Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Tim Dosen Jursan Farmasi FMIPA ULM melaksanakan Pengabdian Masyarakat Pemberdayaan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), belum lama ini di Desa Sungai Batang, Kabupaten Banjar. Tanaman TOGA ini betmanfaat untuk mengatasi hipertensi.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dipimpin oleh apt. Nazhipah Isnani, M.Sc sebagai ketua tim, bersama anggota tim Dr.rer.nat. apt. Liling Triyasmono, M.Sc, apt. Dita Ayulia Dwi Sandi, M.Sc, apt. Muhammad Ikhwan Rizki, M.Farm, apt. Satrio Wibowo Rahmatullah, M.Sc, dan apt. Hayatun Izma, M.Pham.Sci.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya kader kesehatan dan lansia, tentang pentingnya pemanfaatan TOGA dalam penanganan hipertensi secara alami dan berkelanjutan.
Ketua Tim Pengabdian, apt. Nazhipah Isnani, M.Sc., menekankan pentingnya pemanfaatan tanaman obat tradisional sebagai alternatif pendamping dalam pengelolaan hipertensi.
“TOGA memiliki potensi besar sebagai terapi komplementer yang mudah diakses dan dapat dibudidayakan sendiri oleh masyarakat,” ujarnya.
Sementara perwakilan kader Desa Sungai Batang menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen untuk mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat desa.
Materi Edukatif dan Praktik Langsung
Sesi edukasi diawali dengan penyampaian materi tentang hipertensi oleh apt. Dita Ayulia Dwi Sandi, M.Sc. Materi ini mencakup pemahaman dasar tentang hipertensi, faktor risiko, gejala, serta pentingnya pengelolaan yang tepat untuk mencegah komplikasi.
apt. Muhammad Ikhwan Rizki, M.Farm kemudian memberikan materi tentang pengenalan dan pemanfaatan TOGA, termasuk jenis-jenis tanaman obat yang efektif untuk membantu menurunkan tekanan darah, cara budidaya, hingga metode pengolahan yang benar.
Puncak acara adalah sesi praktik peracikan ramuan untuk hipertensi yang berbahan dasar TOGA, di mana peserta dapat langsung mempelajari cara membuat ramuan herbal yang aman dan efektif.
Kegiatan ini memberikan pengalaman hands-on yang sangat berharga bagi para kader dan lansia peserta.
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, tim pengabdian melakukan penyerahan simbolis bibit TOGA kepada perwakilan kader Desa Sungai Batang. Bantuan bibit ini diharapkan dapat menjadi modal awal bagi masyarakat untuk mengembangkan apotek hidup di lingkungan mereka masing-masing.
“Pemberian bibit TOGA ini bukan hanya sekedar bantuan fisik, tetapi juga investasi jangka panjang untuk kesehatan masyarakat desa. Kami berharap program ini dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi pengelolaan hipertensi di tingkat komunitas,” tambah Apt. Nazhipah.
Dampak dan Harapan ke Depan
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam hal:
● Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan pengelolaannya
● Pengembangan kemandirian masyarakat dalam pemanfaatan tanaman obat tradisional
● Pemberdayaan kader kesehatan sebagai agen perubahan di tingkat desa
● Peningkatan kualitas hidup lansia melalui pengelolaan hipertensi yang lebih baik
Tim pengabdian berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat Desa Sungai Batang dalam mengembangkan program TOGA ini, termasuk monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas program.
Kegiatan ini terlaksana melalui Pendanaan Dosen Wajib Mengabdi (PDWA) dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Lambung Mangkurat Tahun 2025.
Tentang Program Pengabdian: Program pengabdian masyarakat ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi farmasi.






