Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – PT Ambang Barito Nusa Persada (Ambapers) terus memperkuat perannya sebagai pengelola alur ambang Sungai Barito, Kalimantan Selatan. Hingga awal 2026, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini fokus menjaga kelancaran navigasi sekaligus menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi alur.
Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi, menegaskan bahwa pengelolaan alur yang konsisten berdampak langsung pada efisiensi distribusi logistik daerah. Menurut politisi Partai Golkar tersebut, perawatan rutin melalui pengerukan menjadi kunci utama dalam menjaga kedalaman jalur pelayaran.
“Upaya ini sangat krusial untuk keselamatan navigasi dan efisiensi arus perdagangan, khususnya aktivitas ekspor dari wilayah selatan Kalimantan,” ujar Yani Helmi di Banjarmasin, Senin (23/2/2026).
Sejak mengantongi hak konsesi dari Kementerian Perhubungan pada September 2022, Ambapers telah bertransformasi menjadi Badan Usaha Pelabuhan (BUP) yang mandiri. Transformasi ini tidak hanya meningkatkan profesionalisme operasional, tetapi juga mengoptimalkan potensi pendapatan daerah.
Secara finansial, kontribusi pengelolaan alur ini diproyeksikan sangat signifikan dengan potensi retribusi mencapai ratusan miliar rupiah per tahun.
Memasuki periode 2025–2026, perusahaan terus berinovasi untuk memastikan jalur pelayaran dapat dilalui selama 24 jam penuh dalam dua arah tanpa hambatan.
Melalui tren kinerja positif ini, perusahaan yang berbasis di Banjarmasin tersebut diharapkan terus melakukan pengembangan berkelanjutan demi memperkuat stabilitas ekonomi regional di Kalimantan Selatan.






