Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Harga beras di Kalimantan Selatan (Kalsel) relatif stabil, didorong oleh pasokan yang cukup setelah musim panen di beberapa wilayah sentra produksi.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kalsel dari Fraksi DPP (Demokrat, Persatuan, Perjuangan), Yudistira Bayu Budjang.
Yudistira menjelaskan, saat ini pasokan beras lokal seperti Siam, Unus, dan Mutiara meningkat di pasaran usai musim panen di daerah Barito Kuala dan Hulu Sungai Selatan. Kondisi ini menyebabkan harga beras, khususnya beras lokal Banjar yang banyak diminati masyarakat cenderung turun.
“Pasokan yang cukup dari petani yang panen membuat harga beras Banjar mengalami penurunan. Ini kabar baik karena harga menjadi lebih terjangkau,” kata Yudistira, Senin (14/7/2025)
Stabilitas harga beras menurutnya, juga didukung oleh upaya pemerintah dalam menjaga ketersediaan stok melalui operasi pasar murah dan pengawasan distribusi.
“Selain faktor panen, tentu ada intervensi pemerintah seperti operasi pasar yang membantu menstabilkan harga di tingkat konsumen,” terangnya.
Yudistira menyebutkan ada beberapa potensi faktor yang bisa memengaruhi harga, seperti cuaca ekstrem atau serangan hama, tetapi untuk saat ini kondisi pasokan relatif aman.
“Secara umum pasokan yang cukup usai panen menjadi penentu utama stabilnya harga beras di Kalimantan Selatan,” ujarnya.
Dengan harga yang lebih stabil dan pasokan terjaga, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga, serta petani juga mendapat keuntungan wajar dari hasil panennya.






