DPRD Kalsel harapkan Pendidikan Pertanian jadi Skala Prioritas

Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Firman Yusi. (ist)

Banjarmasin,
wartaberitaindonesia.com – Seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, sektor pendidikan berbasis kejuruan menjadi objek potensial dan perlu menjadi perhatian bersama.

“Minat dan bakat tetap harus dilihat namun di sisi lain aspek kejuruan potensial dalam pendidikan formal seperti pertanian bisa dijadikan skala prioritas terlebih di Kalsel,” harap Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Firman Yusi kepada wartaberitaindonesia.com, Kamis (16/3).

Bacaan Lainnya

Menurutnya cepat atau lambat komoditi pertambangan ini harus tergantikan dengan melirik pertanian dan untuk mengembangkan minat bakat di sektor pertanian ini maka bisa dimulai dengan infrastruktur dan pemenuhan SDM di sektor tanam pangan pokok ini.

Selain itu sebagai penopang Ibu Kota Negara (IKN) harus ditunjang SDM yang berkualitas, mumpuni dan mampu berdaya saing, oleh karena itu jika tidak dari sekarang tentu berakibat ketidaksiapan tenaga kerja lokal.

“SDM Kalsel kita harus mampu mengambil peranan di smart city atau daerah ramah lingkungan,” harap politisi PKS ini.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalsel, Muhammadun menegaskan fokus utama Pemprov Kalsel ialah sebagai penyangga pintu gerbang IKN di Kaltim, di sisi lain seiring berjalan waktu tentu sektor pertambangan akan ditinggalkan dan memperkuat pertanian dan pariwisata.

“Kemudian tugas kita sekarang jelas menimbulkan minat bakat generasi muda tertarik menekuni menjadi petani harus didukung dengan peralatan modern. Petani modern itu mampu menggunakan alat-alat pertanian digital,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah petani di Indonesia terus mengalami penurunan. Hampir diseluruh daerah profesi ini kurang diminati generasi muda yang seharusnya menjadi penerus berkelanjutan.

Sementara Pemprov Kalsel bertekad mengubah struktur ekonomi daerah 70 persen lebih bergantung pada pertambangan harus beralih ke pertanian, industri dan pariwisata.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *