Yogyakarta,
wartaberitaindonesia.com– – Pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat diberbagai sektor perlu mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah terlebih pasca hantaman pandemi Covid-19 yang membuat seluruh sendi-sendi ekonomi lumpuh bahkan cenderung stagnan.
Demikian dikatakan Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Gusti Rosyadi Elmi usai kegiatan studi komparasi di Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (APSDA ) Sekretariat Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (12/01).
“Menjaga kestabilan dunia usaha kecil dan rumahan ini sangat penting agar perputaran uang berjalan normal serta keterjagaan daya beli terjangkau bagi semua kalangan,” ujarnya kepada awak media.
“Kita harus melihat perkembangan UMKM ini, karena beragam sektor usaha dijalankan masyarakat perlu mendapat support,” lanjutnya.
Ia nenyebutkan berdasarkan data
UMKM yang sudah terdata di Platform “SiBakul” terdapat sekitar 340 ribu yang telah tersebar di 13 Kabupaten/Kota sehingga secara khusus Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Koperasi dan UMKM bisa mengambil peranan serta pembinaan secara kontinyu.
Bukan itu saja potensi kekayaan alam baik perkebunan maupun pertanian holtikultura tak kalah pentingnya mengingat jika itu bisa dikelola dengan baik bisa menghasilkan pendapatan keluarga.
“Ya, setidaknya kita bisa mengetahui apa saja kendala UMKM ini setidaknya bisa menyiapkan solusinya, misalnya pemasaran atau permodalan dan lainnya,” harapnya.
Kepala Biro APSDA, Sekretariat Daerah Istimewa Yogyakarta Yuna Pantawati, S.E, M. S.i mengaku berbagai potensi lokal sudah mengalami peningkatan sesuai instruksi Gubernur Nomor 27/INSTR/2022 terkait kolaborasi dan sinergi pentahelix pengembangan potensi lokal untuk seluruh Kabupaten/Kota.
“Disisi lain hal mendasar lainnya pengembangan potensi lokal hingga ke pelosok desa untuk mewujudkan pertumbunhan ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.






