Banjarmasin,
wartaberitaindonesia.com – Wacana perubahan seragam sekolah di semua jenjang pendidikan baik SD, SMP hingga SMA sederajat
mendapat tanggapan dari
Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel, Firman Yusi yang menurutnya harus mengedepankan kondisi finansial orang tua (wali murid).
“Jika hal itu diterapkan maka bisa dilakukan bagi peserta didik baru bukan untuk siswa-siswi yang sudah menempuh pendidikan saat ini sehingga upaya efesiensi dan efektivitas bisa tetap terjaga sesuai harapan,” ujarnya kepada wartaberitaindonesia.com Rabu (17/4).
Dicontohkannya peserta didik saat ini duduk di kelas 1 SD, sementara mereka melanjutkan naik kelas 2 biar dengan seragam yang ada saja terkecuali siswa baru masuk PPDB.
Secara spesifik dirinya juga belum mengetahui detail seragam baru oleh Menteri Pendidikan ini mengingat selain kepastian desain, hal yang tak kalah pentingnya adalah penyebarluasan informasi bagi masyarakat agar mereka bisa mengetahuinya.
“Kemudian kami mengingatkan juga agar harga pakaian kelengkapan sekolah itu benar-benar terjangkau.
Kami tak ingin kebijakan ini dinilai memberatkan sehingga bisa melihat situasi kondisi di setiap daerah,” jelas politisi PKS ini.
Dia berharap perihal tambahan atribus atau pakaian adat yang diwajibkan lebih mengedepankan pakaian khas daerah masing-masing selain sebagai ajang promosi dan perkenalan kepada peserta didik untuk jangka panjang.
“Ya, misalnya kita ada sasirangan maka itu sudah cukup sebagai simbol kekayaan budaya Banjar,” tukasnya.






