Semarang, wartaberitaindonesia.com – Pansus II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) studi komparasi ke Provinsi Jawa Tengah (Jateng) guna menggali informasi lebih jauh perihal potensi peluang ekonomi dan keuangan agar bisa meningkatkan pendapatan daerah, hal ini juga bagian dari penyempurnaan LKPj Gubernur Kalsel Tahun 2022.
Ketua Pansus II, Imam Suprastowo mengungkapkan sebenarnya dari hasil dialog panjang bersama perwakilan Sekretariat DPRD Jateng diketahui bahwa sejak 2 tahun terakhir tidak ada pansus karena mekanismenya dikerjakan tim Badan Anggaran (Banggar).
“Kami ingin agar setiap penganggaran yang besar tapi tidak menghasilkan peningkatan atau sama saja seperti yang sudah-sudah, ini masukan untuk Provinsi Kalsel,” kata Imam kepada wartaberitaindonesia.com usai kunjungan kerja (kunker) bersama rombongan, Kamis (6/4).
Ia menambahkan, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Provinsi Kalsel belum mempunyai master plane tentang investasi di Kalsel mulai dari A sampai Z tentang berapa luas tanah, berapa jumlah penduduk, itu harus lengkap dan singkron, sehingga potensi investasi masih rendah oleh karenanya hal tersebut ke depan harus dikejar karena jika tidak resikonya investasi dari luar terus kecil jauh dari harapan.
Sementara, Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah dan Kerjasama Sekretariat Daerah Provinsi Jateng, Muhammad Masrofi menuturkan, Jateng memiliki lompatan lebih baik dari Kalsel, terutama di bidang investasi. Hal ini dipengaruhi dari upah kerja relatif lebih murah dari Kalsel sehingga menjadi kendala investasi di Kalsel yang masih rendah.






