Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com– Anggota DPR RI, Hj Mariana, S.AB., M.M. mengajak seluruh elemen masyarakat agar menjaga persatuan dan kesatuan sebagai bentuk kesadaran setiap warga negara.
Ajakan tersebut disampaikannya saat melaksanakan
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika di Kelurahan Satui Barat, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (7/3).
Hj Mariana menjelaskan
slogan Bhinneka Tunggal Ika, yang merupakan semboyan nasional Indonesia memiliki arti “Berbeda-beda Tetapi Tetap Satu”.
“Mungkin di antara kita ada yang terlupa bahwa
Bhinneka Tunggal Ika tertulis pada pita putih dicengkeraman burung Garuda lambang negara kita,” sebutnya.
Meski Indonesia memiliki banyak perbedaan
seperti suku, bahasa daerah, agama dan adat, namun sejak dulu sampai sekarang semua bisa bersatu.
“Termasuk mengenyampingkan status sosial,” imbuhnya.
Sehingga konsep Bhinneka Tunggal Ika menjadi slogan kuat sebagai dasar ideologi bangsa Indonesia dalam menyatukan kesatuan.
“Esensi tersebut merupakan semangat nasionalisme untuk mencintai tanah air dan
ini sudah menjadi amanah ketetapan MPR atas amanat Undang-Undang Dasar 1945,” terangnya.
Hj Mariana pun menceritakan asal-usul kalimat Bhinneka Tunggal Ika yang berasal dari Kitab Sutasoma, karya Mpu Tantular pada masa Kerajaan Majapahit sekitar abad ke-14. Semboyan ini ditulis dalam bahasa Jawa Kuno dan diresmikan pemakaiannya pada Kabinet Republik Serikat (RIS) tanggal 11 Februari 1950.
“Maka makna Bhinneka Tunggal Ika sendiri menggambarkan persatuan dan kesatuan Indonesia, terdiri dari berbagai budaya, bahasa daerah, ras, suku, agama, dan kepercayaan termasuk mengandung makna toleransi kuat,” tukasnya.






