Jakarta,
wartaberitaindonesia.com– Menindak lanjuti hasil Rapat Dengar Pedapat Umum (RDPU) Senin, 19 Juni 2023 lalu perihal perbaikan Jalan Nasional di KM 171, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Komisi III DPRD Kalsel selanjutnya mendatangi Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mempertanyakan penanganan kerusakan jalan yang terkesan lamban, hal ini bukan tanpa alasan bahkan banyak masyarakat mengeluhkan hal serupa.
“Kami geram, kesal juga sebab dari diskusi bersama kementerian ternyata belum ada skema pendanaan apalagi planing realisasi penanganan longsor KM 171 ini,” kata Ketua Komisi III DPRD Kalsel, H. Sahrujani didampingi anggota lainnya kepada
wartaberitaindonesia.com Jumat (7/7).
Ia menambahkan hasil lainnya adalah kami mendesak Pemerintah Pusat melalui lintas kementerian agar bisa melakukan penanganan secepatnya bahkan dari mereka akan menjadwalkan pertemuan Ditjen Minerba Kementerian ESDM bersama Kementerian PUPR dan pihak perusahan tambang minggu depan. Meski tadi sempat merasa geram, dan kesal hingga kecewa pihaknya tetap menunggu dan berharap ada hasil positif, oleh karena itu kerusakan Jalan Nasional KM 171 ini segera diperbaiki.
“Kami tetap menunggu semoga minggu ini ada hasil final utamanya mengenai tanggung jawabnya,” harapnya.
Lanjut mantan Ketua Dewan Kabupaten HSU ini sekedar mengingatkan bahwa kerusakan KM 171 yang disinyalir merupakan dampak dari kegiatan pertambangan batubara ilegal di sekitar area tersebut. Oleh karenanya dirinya bersama rombongan berharap ini terakhir kalinya Komisi III datang ke Kementerian ESDM guna mempertanyakan penanganan jalan itu hampir satu tahun belum ada kepastian rehabilitasi sehingga sangat berdampak pada perekonomian masyarakat.
“Kami ingatkan bahwa Kabupaten Tanah Bumbu digadang-gadang sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN),” sebutnya.
“Poinnya adalah jika harus ada penekanan tanggungjawabnya, semua institusi harus ditekan agar bertanggungjawab, kalau ada yang oknum melindungi, berati apakah mereka melakukan permainan di dalam itu? Itu yang kita pertanyakan,” pungkasnya.






