Pemda Ingin Wujudkan Pembangunan Rel Kereta Api Jadi Perhatian Legislatif

Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Agus Mulia Husein. (ist)

Banjarmasin,wartaberitaindonesia.com – Mencuatnya kembali keinginan Pemerintah Daerah untuk membangun rel kereta api lintas provinsi menjadi perhatian khusus pihak legislatif, mengingat usulan itu sudah ada sejak beberapa tahun terakhir namun nyatanya sulit terwujud karena banyak pertimbangan sehingga bisa dikatakan pembangunan transportasi tersebut hanya sebatas mimpi besar.

“Kita apresiasi hal itu jika memang cita-cita besar namun perlu diperhatikan banyak hal jika itu hanya sebatas keinginan tanpa menjadi kenyataan,” kata Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Agus Mulia Husein kepada
wartaberitaindonesia.com, Minggu (16/4).

Bacaan Lainnya

Jika dilihat perkembangannya memang untuk merealisasikannya terbilang sulit apalagi jika itu dikelola investor, sebab yang pasti tidak mungkin orang mau menanamkan modal pembangunan transportasi darat itu jika tidak memberikan income atau keuntungan bagi mereka, bukan itu saja kajian secara populasi penduduk di Kalsel serta persentasi pemanfaatan kereta api juga jadi pertimbangan kuat, meski nantinya hanya sebatas pemenuhan fasilitas pendistribusian barang atau angkutan masal saja.

“Tapi tetap kajian itu penting, semuanya juga memerlukan anggaran tidak sedikit karena melibatkan banyak tim teknis,” sebutnya.

Jika pertimbangan karena adanya pembangunan IKN di Kalimantan Timur (Kaltim), maka rasionya adalah saat ini saja progres pembangunan fisik belum terlihat secara signifikan terkecuali hal itu sudah menyentuh realisasi pembangunan infrastruktur perkantoran IKN lebih dari 50 persen, selain itu dirinya mengingatkan kembali studi kelayakan secara koprehensif penting dilakukan.

“Ya, kan logis saja IKN itu belum ada progres pembangunan fisik jadi perlu waktu sangat lama,” beber Agus.

Sementara itu Kepala Bappeda Kalsel, Ariadi Noor mengaku optimis tidak ada yang sulit dan tidak ada yang tidak mungkin selama mau berusaha, bekerja selalu bergerak bersama sama termasuk kolaborasi sinergitas semua pihak maka wacana tersebut yakin bisa terwujud termasuk perihal pembangunan rel kereta api ini.

Selain itu dirinya menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur kereta api nanti sepenuhnya anggaran dari investor dan tidak memakai APBD murni.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *