Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Sekretaris KNPI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Yusuf berharap kepada PT. Air Minum (AM) Bandarmasih agar berjiwa besar, tidak anti kritik membangun selama itu fakta.
“Perihal keluhan maupun macetnya distribusi air bersih ke pelanggan perlu dicermati dan menjadi perhatian serius demi menjaga optimalisasi pelayanan yang prima,” kata Yusuf kepada wartaberitaindonesia.com,
Jumat (3/3).
Mungkin perlu diingat ujarnya, motto PT. AM, Banyu Kada Bawayahan, itu slogan yang sering dibaca perlu dibuktikan terlebih pasca perbaikan pipa besar distribusi trasfer HDPE diameter 80 mm di Jalan Pramuka karena sempat mengalami kebocoran tentu memberikan dampak kurang nyaman bagi pelanggan.
“Ya, mau tidak mau pelanggan tidak bisa menikmati air yang sering mengalir ke rumah mereka,” kata Yusuf.
Diharapkannya saat ini selain pembersihan agar kualitas air kembali jernih, yang tak kalah pentingnya adalah memastikan distribusi air hingga kebagian ujung pelanggan, seperti di Sungai Andai, Alalak, Teluk Tiram dan wilayah lainnya.
“Ya, bagian ujung ini harus masuk prioritas sebab jika air mengalir normal bagian ujung tentu bagian depan dan tengah pasti mengalir,” ungkapnya.
Karena yang sudah pernah terjadi meski air berangsur-angsur normal, bagian ujung tidak dapat air tersebut. “Semoga managemen PT. AM bisa bergerak cepat mengantisipasi,” ucapnya.
Yusuf juga mengharapkan
dengan pergantian pipa Benua Anyar belum lama ini bisa memperbaiki pelayanan kepada masyarakat, selain itu ke depan jika terulang kejadian serupa bersifat urgen dan mendadak PT. AM bisa berinisiatif mengisi tondon air besar yang ada saat ini di pemukim penduduk bagian ujung.
“Setidaknya bisa meminimalisir keresahan warga bukan harus meminta tapi itu bagian bentuk kompensasi kecil yang berarti sekali bagi pelanggan,” sarannya.
“Semoga ke depan PT. AM Bandarmasih jauh lebih baik, profesional, akuntabel, dan transparan demi menjaga marwah dan citra pelayanan terbaik kepada ratusan ribu pelanggan,” tukasnya.






