Sikapi Langkanya LPG 3 Kg, Hiswana Migas Kalsel Agendakan Operasi Pasar

Teks Foto : Ketua DPC Hiswana Migas Kalsel, Hj Muliana (tengah) saat memberikan keterangan, Sabtu (18/5). (Ist)(kalselpos.com)

Banjarmasin, wartaberitaindonesia.com – Menyikapi keluhan masyarakat terkait sulitnya mendapatkan gas melon atau Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 Kg (subsidi)

dalam beberapa hari terakhir, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Bumi dan Gas Bumi  (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Pertamina sudah melakukan koordinasi dengan Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

Bacaan Lainnya

 

Ketua Hiswana Migas Kalsel, Hj Muliana Yuniar dalam keterangannya, Sabtu (18/5) mengatakan,

berkaitan polemik sulitnya masyarakat mendapatkan LPG 3 Kg dalam beberapa hari terakhir ini menjadi problem tersendiri, karena sistem pendistribusian di masyarakat berjalan lancar.

 

Menurutnya jika terjadi kelangkaan semestinya itu tidak terjadi sebab pihaknya bersama 17 agen yang ada di Banjarmasin terus berkoordinasi dan penyaluran LPG ini berjalan sesuai aturan.

 

Namun demikian lanjutnya Hiswana Migas Kalsel bersama Pertamina akan mengagendakan pasar murah di sejumlah kelurahan yang dianggap krusial, seperti Mantuil, Kelayan Timur, Kuripan, Belitung Utara, Basirih, Kuin Selatan, Cerucuk, Belitung Selatan, Telaga Biru, Surgi Mufti, Sungai Andai, Sungai Miai dan Alalak Utara. Dimana setiap kelurahan disediakan 560 biji sesuai kuota permintaan atau kebutuhan masyarakat termasuk UMKM terpenuhi.

 

Ia menambahkan menjawab situasi ini agar harga kembali normal maka opsinya pasar murah, sementara memang meroketnya harga itu terjadi di pengecer di luar kendali Hiswana Migas.

 

“Jika terbukti menimbun atau menjual diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) maka penegak hukum akan menindaknya,” ujar Hj Muliana didampingi Sekretaris H Nicko dan Penasehat H Addy Chairuddin Hanafiah.

 

Diharapkannya, pemenuhan gas melon ini bisa lancar secara berkelanjutan.

 

Hj Muliana menghimbau bagi mereka yang mampu atau menengah ke atas agar membeli LPG non subsidi baik ukuran 5,5, 12 hingga 50 kg (untuk rumah makan).

 

“Kepada masyarakat tetap tenang dan jangan resah karena stok keseluruhan ada 2 juta ton lebih dari cukup ketersediaan,” pungkasnya.

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *