Bandung, wartaberitaindonesia.com
– Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kalsel serta Bank Kalsel melakukan studi komparasi ke UPTD Industri Olahan Pangan dan Kemasan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, Jumat
(6/1).
Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, H. M. Iqbal Yudianoor mengatakan tujuan studi komparasi untuk belajar lebih banyak lagi mengenai inovasi, kemasan, produk yang dipasarkan dan lainnya.
Sehingga melalui studi komparasi ini akan
meningkatkan daya saing penjualan produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kalsel.
“Kualitas produk yang
dihasilkan UMKM di Kalsel agar dapat bersaing di pasar global khususnya produk unggulan kita,” kata Iqbal kepada
wartaberitaindonesia.com di sela studi komparasi.
Menurutnya jika kualitas dan daya beli semakin membaik maka dampaknya berpengaruh positif bagi perekonomian terlebih pasca hantaman pandemi Covid 19.
“Ke depan produk olahan UMKM banua bisa merambah keluar provinsi hingga luar negeri (ekspor),” ujarnya.
Lebih lanjut Iqbal mengatakan, banyak hal yang dipelajari di Jawa Barat ini, seperti rumah kemasan mobile (bergerak), serta jasa konsultasi dan desain grafis bagi produk UMKM.
Maka dari itu pentingnya kreativitas para pelaku usaha, disamping dengan mengoptimalkan teknologi.
“Kami berharap rumah kemasan di Kalsel mudah-mudahan bisa seperti di Jawa Barat, sehingga produk kita semakin berkembang dan bernilai ekspor,” tambahnya.
Untuk rumah kemasan mobile (bergerak), serta jasa konsultasi dan desain grafis bagi produk UMKM berlaku juga hingga Kabupaten dan Kota di banua.
“Maka kita juga mengharapkan terjalin kerjasama yang baik dengan provinsi, sehingga menjadi satu kesatuan dan menjadi lebih besar, yang nantinya berdampak pada produk yang lebih bagus dan berkualitas,” terangnya.
Sementara itu tim penyusun rencana pengembangan usaha UPTD Industri Olahan Pangan dan Kemasan Jawa Barat, Rizki Umami Hijazi, berterima kasih kepada DPRD Kalsel beserta jajaran berkunjung ke rumah kemasan Jawa Barat dalam upaya meningkatkan produk dari daerah masing-masing.
“Sebenarnya ini bentuk pengabdian kepada masyarakat diantaranya saling bertukar informasi sekaligus bersilaturahmi,” tuturnya.






